ItWorks-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Denso Manufacturing Indonesia dan PT Aludra Solusi Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (NKS) tentang riset dan inovasi, serta pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk dukung kegiatan industri.
Menurut Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian, kolaborasi ini tidak sekedar hanya memanfaatkan hasil riset yang sudah diproduksi oleh perusahaan riset, tetapi dari hulu dalam bentuk joint research. Baik dengan PT Aludra maupun PT Denso. “Sehingga peluang untuk dihasilkannya Kekayaan Intelektual (KI) berujung pada pemanfaatan produk inovasi melalui mekanisme lisensi akan lebih mudah diperoleh,” saat memberikan sambutan pada penandatanganan NKS tersebut pada (24/06/2025), di Gd. BJ BRIN -Jakarta.
Dia menambahkan, pemanfaatan Riset Inovasi BRIN melalui Direkturat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri bertugas untuk memfasilitasi dan melakukan monitoring terhadap perkembangan dari kolaborasi ini, tidak sekedar berakhir sebagai sebuah seremonial.
Dirinya berharap tentu saja dihasilkannya beberapa KI, baik itu KI bersama ataupun dalam bentuk publikasi yang pada hilirnya nanti dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui mekanisme lisensi. “Kami yakin, bahwa dengan mekanisme pengaturan KI, hak-hak yang dimiliki oleh para peneliti dan semua yang terlibat di dalam penelitian itu secara proporsional bisa diproteksi melalui mekanisme. Sehingga semua pihak dapat menerima benefit dan hak-hak yang seharusnya diterima serta tidak ada yang dirugikan,” paparnya dilansir dalam portal web BRIN, belum lama ini.
Disampaikan, bagi BRIN mitra industri adalah salah satu dari mitra yang dianggap paling strategis, dibuktikan dengan dibentuknya satu direktorat khusus untuk menangani kemitraan di bidang atau di dunia industri, yakni Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri.“Dengan dibentuknya direktorat tersebut menunjukkan komitmen BRIN untuk ikut serta menciptakan satu scientific base economy yang pada hilirnya, melalui kemitraan-kemitraan dengan para pelaku industri. Mudah-mudahan apa yang kita tandatangani pagi ini bisa berujung pada sebuah kebermanfaatan konkret, bukan saja bagi dunia industri tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” tekannya.
Pihaknya mengapresiasi 4 pusat riset (PR) yang terlibat dalam NKS yaitu PR Konversi dan Konservasi Energi, PR Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, PR Elektronika, serta PR Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup.“Mudah-mudahan dengan dilakukannya kolaborasi ini nanti bisa dilibatkan lebih banyak PR di BRIN yang bisa terlibat dalam kerja sama ini. Untuk yang sifatnya smart manufacturing bisa kerja sama dengan PT. Denso. Kemudian yang sifatnya nature based research bersama PT Aludra dengan berbagai variasinya,” tegasnya.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi PT. Denso dan PT Aludra yang telah bersedia bekerja sama dengan BRIN. “BRIN selalu berkomitmen membuka dan mengajak industri terkait untuk bisa melakukan sesuatu. Untuk para periset, saya paham pasti mereka lebih memiliki passion dalam melakukan riset. Untuk menghasilkan invensi, scientific improvement, dan seterusnya,” pungkas Handoko.
NKS antara BRIN dan PT. Aludra yaitu kerja sama di bidang mitigasi perubahan iklim, melalui pengelolaan limbah, khususnya refrigerant, tabung refrigerant, dan oli bekas. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mencegah dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi gas rumah kaca dan pencemaran dari limbah industri.
Sedangkan PT. Denso, adalah perusahaan swasta yang berdiri sejak 1997, yang mengkhususkan diri dalam industri suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Antara BRIN dan PT. Denso melihat adanya potensi yang cukup besar untuk melakukan kerja sama dalam melakukan riset, pengembangan, serta pemanfaatan hasil riset dan inovasi di bidang smart manufacturing.














