ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Membuka Potensi Enterprise AI dengan Inovasi Open Source

Fauzi
15 August 2025 | 16:09
rubrik: Expert
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Chris Wright, Senior Vice President dan Chief Technology Officer (CTO), Red Hat

Beban kerja apa pun, aplikasi apa pun, dan di mana pun, adalah mantra di Red Hat Summit 2023. Selama dua tahun terakhir kita sudah melihat beberapa perubahan dalam IT. Namun visi Red Hat belum berubah; visi ini justru berkembang.

Model apa pun. Akselerator apa pun. Cloud apa pun.
Itulah pesan yang dibawa oleh hybrid cloud untuk era AI. Apa bagian terbaiknya? Sama seperti hybrid cloud yang ‘lama’, semuanya ditenagai oleh inovasi open source. Di Red Hat Summit tahun ini, kami menunjukkan bagaimana ekosistem AI yang dibangun dengan prinsip open source dan open model bisa menciptakan opsi baru bagi enterprise. Keterbukaan memberikan pilihan, dan pilihan membawa fleksibilitas yang lebih besar, mulai dari model terbaik yang memenuhi kebutuhan perusahaan, ke akselerator yang mendasarinya, dan hingga ke mana beban kerja sebenarnya berjalan. Strategi AI yang sukses akan mengikuti data di mana pun ia berada di hybrid cloud.

Dan apa yang menggerakkan hybrid cloud? Open source.

Inferensi membuat AI jadi lebih baik
Bagi saya, kita harus mulai melihat lebih dari model. Ya, model sangat penting bagi strategi AI. Namun tanpa inferensi, pada fase “doing” AI, model hanyalah kumpulan data yang tidak ‘do’ apapun atau tidak melakukan apapun. Inferensi adalah seberapa cepat satu model merespons input dari pengguna dan seberapa efisien keputusan bisa dibuat dengan sumber daya komputasi yang dipercepat – respon yang lambat dan efisiensi yang buruk pada akhirnya menghabiskan biaya dan mencederai kepercayaan pelanggan.

Inilah sebabnya mengapa saya sangat antusias saat Red Hat menjadikan inferensi sebagai fokus utama dalam pekerjaan kami dengan AI open source, dimulai dengan peluncuran Red Hat AI Inference Server. Dikembangkan pada proyek vLLM open source terdepan dan ditingkatkan dengan teknologi-teknologi dari Neural Magic, Red Hat AI Inference Server mewujudkan server inferensi yang disupport sepenuhnya, di-lifecycle, dan siap produksi untuk penggunaan AI. Bagian terbaiknya adalah, ia bisa mengikuti data Anda, di mana pun data tersebut berada, di platform Linux apa pun, di distribusi Kubernetes apa pun, Red Hat atau yang lainnya, dan akan bekerja dengan solusi tersebut.

BACA JUGA:  Dell Technologies Dorong Industri Telko Masuk ke Era AI

Apa yang lebih baik dari AI enterprise? AI enterprise dalam skala besar.

Pengaplikasian terbaik untuk IT enterprise bukanlah beban kerja tunggal dan terpadu atau layanan cloud baru: Ia adalah kemampuan untuk melakukan penskalaan atau pengembangan dengan cepat dan efisien. Hal ini juga berlaku dalam konteks AI. Namun AI memiliki tantangan uniknya sendiri yaitu sumber daya komputasi yang dipercepat, yang mendasari beban kerja AI, juga harus bisa diskalakan. Ini bukan perkara sederhana, mengingat tingginya biaya dan keahlian yang diperlukan untuk mengimplementasikan hardware tersebut secara optimal.

Apa yang kita butuhkan bukan hanya kemampuan untuk menskalakan AI, namun juga mendistribusikan beban kerja AI yang masif ke sejumlah cluster komputasi terakselerasi. Masalahnya makin rumit karena reasoning model dan agentic AI juga memerlukan penskalaan waktu inferensi. Solusinya? Beban harus dibagi agar performa tidak tersendat, efisiensi meningkat, dan pengalaman pengguna tetap optimal. Red Hat mencoba menjawab tantangan ini lewat proyek open source bernama proyek llm-d.

Dipimpin oleh Red Hat dan didukung oleh para pemimpin industri AI di bidang akselerasi hardware, pengembangan model dan komputasi cloud, llm-d menggabungkan kekuatan orkestrasi Kubernetes yang telah terbukti dengan vLLM, menyatukan dua pilar open source untuk menjawab kebutuhan yang sangat nyata. Bersama teknologi seperti AI-aware network routing, KV cache offloading, dan lainnya, llm-d mendesentralisasi sekaligus mendemokratisasi proses inferensi AI, untuk membantu organisasi memaksimalkan sumber daya komputasi mereka dengan beban kerja yang lebih hemat biaya dan lebih efektif.

Open (source) dan apa selanjutnya dari AI
Llm-d dan vLLM – yang dihadirkan melalui Red Hat AI Inference Server – adalah teknologi open source yang siap menjawab tantangan AI enterprise saat ini. Namun komunitas tidak hanya berfokus pada kebutuhan jangka pendek. Di dunia AI, waktu seolah dipercepat. Laju inovasi yang sangat cepat membuat tantangan yang awalnya diperkirakan baru akan muncul beberapa tahun ke depan, kini harus dihadapi segera.

BACA JUGA:  Big Tech adalah industri ekstraktif, perlu aturan ketat

Inilah alasan mengapa Red Hat mengalokasikan sumber dayanya untuk terlibat langsung dalam pengembangan Llama Stack, proyek yang dipimpin oleh Meta untuk menghadirkan komponen dasar dan API terstandarisasi untuk lifecycle aplikasi gen AI. Lebih dari itu, Llama Stack sangat cocok digunakan dalam pengembangan aplikasi agentic AI, yang merupakan evolusi lanjutan dari beban kerja gen AI yang sudah kita kenal saat ini. Tidak hanya di level upstream (kode sumber utama), kami juga menghadirkan Llama Stack dalam versi pratinjau pengembang melalui Red Hat AI, untuk organisasi yang ingin menyongsong masa depan mulai sekarang.

Dalam pengembangan AI agent saat ini, kita masih belum memiliki protokol standar bagaimana aplikasi-aplikasi lain dapat memberikan konteks dan informasi kepada agen-agen AI tersebut. Di sinilah peran model context protocol (MCP) menjadi penting. Dikembangkan dan dibuka sebagai open source oleh Anthropic pada akhir 2024, MCP menawarkan protokol standar untuk interaksi antara AI agent dan aplikasi, mirip seperti protokol client-server dalam komputasi tradisional. Tapi yang menarik adalah MCP memungkinkan aplikasi yang sudah ada untuk langsung memiliki kemampuan AI tanpa perlu pengembangan ulang secara besar-besaran. Ini merupakan lompatan besar dan semua ini dimungkinkan berkat kekuatan open source. Seperti Llama Stack, MCP juga tersedia dalam versi pratinjau pengembang di platform Red Hat AI.

Model AI proprietary (tertutup) mungkin sempat memimpin di awal, tetapi kini ekosistem open source jelas mengambil alih, terutama dalam hal software yang menopang model-model AI generasi terbaru. Berkat inovasi seperti vLLM dan llm-d, serta produk open source yang telah diperkuat untuk kebutuhan enterprise, masa depan AI terlihat cerah, apa pun modelnya, akselerator atau cloud-nya. Dan semua itu didorong oleh kekuatan open source dan Red Hat.

BACA JUGA:  Mempersiapkan Pemulihan Sektor Perhotelan Pasca Pandemi
Tags: Agentic AIAICloud Computingopen sourceRed Hat
Previous Post

Tumbuh Melambat, Segini Utang LN Indonesia Triwulan II 2025

Next Post

Hadirkan Sistem ERP Terintegrasi, Ramco Dorong Transformasi Digital Sektor Logistik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jasa Marga Siapkan Sistem Penerus e-Toll

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalin Dukung Bank DKI Hadirkan Layanan Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BSN Manfaatkan Aplikasi IT Unggulan untuk Memudahkan Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Luncurkan HUAWEI Mate 80 Pro, Bawa Kamera Canggih dan Durabilitas Terdepan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto