ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bagaimana Satelit “Bertahan” Mengorbit di Angkasa, Begini Jawabnya

Ahmad Churi
11 September 2025 | 15:48
rubrik: Digital
Bagaimana Satelit “Bertahan” Mengorbit di Angkasa, Begini Jawabnya
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks- Satelit telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern, mulai dari untuk komunikasi, cuaca, hingga pemantauan lingkungan. Namun, bagaimana sebenarnya satelit dapat “bertahan” mengorbit di angkasa?

Peneliti Pusat Riset Teknologi Satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Satriya Utama, menjelaskan setiap satelit yang mengorbit Bumi harus bergerak dengan kecepatan tertentu agar tetap berada di lintasannya. Kecepatan ini bergantung pada ketinggian orbit.

Misalnya, orbit rendah atau low earth (LEO) sekitar 600 kilometer dari permukaan Bumi, memerlukan kecepatan sekitar 7,56 km/s. Sementara itu, orbit geostasioner (GEO) sekitar 35.786 km dari permukaan Bumi hanya memerlukan sekitar 3,075 km/s. “Semakin rendah orbit, semakin besar tarikan gravitasi, sehingga satelit harus bergerak lebih cepat. Sebaliknya, di orbit tinggi kecepatan yang dibutuhkan lebih rendah,” jelas Satriya, dalam Pelatihan Dasar Operasi Satelit Low Earth Orbit (LEO), secara daring, (10/9/2025), dilansir  Humas BRIN.

Terdapat beberapa hukum dasar yang mengatur orbit. Dua teori utama yang menjadi pijakan adalah Hukum Kepler dan Gravitasi Newton.Hukum Kepler yaitu planet dan satelit bergerak pada lintasan elips, dengan pusat massa di salah satu fokus. Sementara Gravitasi Newton yaitu semua benda bermassa saling tarik-menarik.“Besarnya gaya bergantung pada massa dan jarak. Dari hukum ini, lahirlah konsep kecepatan orbit dan kecepatan lepas atau escape velocity,” ujarnya.

Dia menerangkan orbit satelit tidak sepenuhnya stabil. Namun, terdapat faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu berupa hambatan atmosfer.“Meskipun tipis, ternyata atmosfer di ketinggian rendah masih dapat memperlambat satelit yang mengakibatkan orbitnya makin lama makin turun,” jelas Satriya.

Bentuk Bumi yang tidak sempurna juga menjadi faktor tidak stabilnya orbit Bumi. Satriya mengatakan distribusi massa Bumi yang tidak merata menyebabkan perubahan orientasi orbit secara perlahan.

BACA JUGA:  NovaSAR: Satelit radar Inggris diluncurkan untuk melacak aktivitas pengiriman illegal

Jenis-Jenis Orbit

Dalam pelatihan ini, Satriya menjelaskan jenis-jenis orbit yang dapat dipilih sesuai kebutuhan misi satelit. Orbit tersebut yaitu LEO pada ketinggian 400 hingga 1500 kilometer di atas permukaan Bumi. Orbit ini cocok untuk satelit penginderaan jauh.

Jika menggunakan orbit ini, satelit bergerak cepat dengan periode orbit 90 hingga 100 menit dan kontak dengan stasiun bumi dalam jarak waktu singkat, yaitu 10 hingga 20 menit. Orbit berikutnya yaitu medium earth orbit (MEO), banyak dipakai untuk sistem navigasi seperti GPS.

Selanjutnya, terdapat geostationary orbit (GEO) pada ketinggian 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi. Satelit di orbit tersebut tampak diam di atas satu titik ekuator dan digunakan untuk komunikasi serta siaran langsung.

Orbit berikutnya yaitu sun-synchronous orbit (SSO) atau orbit sinkron dengan Matahari. Pada orbit ini, satelit melintas pada waktu lokal yang sama setiap hari, sehingga pencahayaan konsisten untuk penginderaan jauh.

Saat ini, satelit buatan Indonesia beroperasi pada orbit LEO. Satelit LEO hanya terlihat dari satu stasiun bumi selama 10–15 menit per lintasan. “Waktu singkat ini harus dimanfaatkan untuk mengunduh data dan mengunggah perintah. Solusi memperpanjang akses data tersebut adalah dengan memperbanyak ground station,” ujar Satriya.

Dengan demikian, di Indonesia, terdapat empat stasiun bumi, yaitu di Tabing (Sumatra Barat), Parepare (Sulawesi Selatan), Biak (Papua), dan Rancabungur (Bogor) sebagai pusat kendali.

Tags: Satelit
Previous Post

Didukung Finnet, QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang

Next Post

ADVAN Luncurkan Soulmate X, Laptop Stylish Nan Terjangkau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

Load More

TERPOPULER

  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Property dan VinFast Berkolaborasi dalam Ekspansi SPKLU Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto