ItWorks. Pada perhelatan Huawei CONNECT 2025 yang digelar di Shanghai, Tiongkok, baru-baru ini, Huawei menyampaikan berbagai inovasi serta penerapan Huawei Cloud dalam layanan komputasi AI, model-model dasar (foundation models), kecerdasan artifisial yang berwujud (embodied AI), serta agen AI. Selain itu, Huawei menjelaskan inovasi dan pengalaman Huawei Cloud dalam mendukung bisnis agar sukses di pasar global di era digital dan pintar ini.
Pada gelaran “HUAWEI CONNECT 2025”, di hari kedua Zhang Ping’an, Direktur Eksekutif Huawei dan CEO Huawei Cloud, menyampaikan pidato tentang berbagai inovasi serta penerapan Huawei Cloud dalam layanan komputasi AI, model-model dasar (foundation models), kecerdasan artifisial yang berwujud (embodied AI), serta agen AI.
Dalam kesempatan yang sama, Charles Yang, Wakil Presiden Senior Huawei dan Presiden Layanan Pemasaran & Penjualan Global Huawei Cloud, juga menjelaskan inovasi dan pengalaman Huawei Cloud dalam mendukung bisnis agar sukses di pasar global di era digital dan pintar ini.
Zhang Ping’an menekankan bahwa Layanan Token AI dari Huawei Cloud dirancang untuk menyederhanakan kompleksitas infrastruktur yang rumit dan menghadirkan hasil akhir dari komputasi AI langsung kepada penggunanya. Hal ini memungkinkan pelanggan memanfaatkan kemampuan komputasi inferensi secara sangat efisien.
Dalam konferensi ini, Zhang Ping’an secara resmi meluncurkan Layanan AI Token yang didukung teknologi CloudMatrix384, menawarkan kinerja, layanan, dan kualitas yang unggul kepada pelanggan.
Superkomputer CloudMatrix384 memusatkan semua sumber daya – komputasi, memori, hingga penyimpanan – memisahkan kegiatan komputasi, penyimpanan, dan sistem pakar AI, lalu mengubah kegiatan-kegiatan yang berurutan tersebut menjadi tugas yang dapat dikerjakan secara bersamaan dan terdistribusi. Hasilnya, kinerja sistem dalam menjalankan inferensi meningkat drastis. “Dalam skenario inferensi online, nearline, dan offline, kinerja rata-rata per kartu di CloudMatrix384 mencapai 3 hingga 4 kali lebih tinggi dibandingkan produk serupa seperti H20,” ungkapnya dulasniur dalam rilis pers baru-baru ini.
Zhang Ping’an menambahkan bahwa Huawei Cloud akan mengalokasikan lebih banyak sumber dayanya untuk komputasi dan AI. Tujuannya adalah menciptakan “lahan subur” atau fondasi yang kuat agar aplikasi AI dari berbagai industri dapat berjalan lebih lancar dan optimal. Hingga saat ini, jumlah pelanggan global yang menggunakan Layanan Komputasi AI dari Huawei Cloud meningkat pesat dari 321 pada tahun 2024 menjadi 1.805 pada tahun ini.
Huawei Cloud akan terus meningkatkan investasi dalam Model Pangu, terus mendalami skenario industri untuk memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, serta membantu pelanggan di berbagai industri mengembangkan model AI mereka sendiri guna mempercepat transformasi menuju era kecerdasan. Model Pangu telah diterapkan di lebih dari 500 skenario di 30 industri, membuka berbagai kemungkinan baru di industri-industri tersebut.
Seiring percepatan transformasi digital dan kecerdasan di berbagai industri di seluruh dunia, Huawei Cloud konsisten menjadikan inovasi teknologi sebagai pendorong utamanya dan berkomitmen untuk menyediakan layanan cloud yang stabil, efisien, serta aman bagi seluruh pelanggan.














