ItWorks.id- Komitmen kuat inovasi sistem manajemen dan layanan melalui transformasi digital, PT Pertamina International Shipping atau biasa disingkat PIS, tahun ini untuk pertama kali masuk nominasi sebagai kandidat peraih penghargaan “TOP Digital Awards 2025”. Setelah lolos tahapan kelaikan aspek administrative, berikutnya akan masuk tahapan penyampaian materi presentasi dan wawancara penjurian oleh Dewan Juri dari berbagai latarbelakang yang exspert di bidangnya.
TOP DIGITAL Awards merupakan ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran dan juga penghargaan/ award terbesar dan paling membanggakan di Indonesia, yang diberikan kepada perusahaan/Instansi Pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam melakukan implementasi dan pemanfaatan teknologi informasi (TI) atau transformasi digital. Terutama dalam konteks upaya meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanannya. Penghargaan ini juga diberikan kepada Vendor Solusi Teknologi Digital yang mendukung berkembangnya pemanfaatan teknologi digital di Indonesia.
Melanjutkan keberhasilan TOP DIGITAL Awards sebelumnya yang telah dihelat sejak Tahun 2017, majalah ItWorks (media Solusi Bisnis, teknologi digital), bekerjasama dengan beberapa asosiasi Teknologi Digital, termasuk APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer, dan beberapa lembaga lainnya, kembali akan menyelenggarakan kegiatan TOP DIGITAL Awards 2025.
“Berdasarkan rekomendasi para pakar TI, TELCO dan Teknologi Digital, Dewan Juri & Tim Penilai TOP DIGITAL Awards 2025 menetapkan PT Pertamina Internasional Shipping terpilih sebagai Kandidat Penerima Penghargaan TOP DIGITAL Awards 2025,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggara TOP Digital Awards 2025, M. Lutfi Handayani yang juga CEO PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Ditambahkan, penentuan penerima penghargaan angyara lain didasarkan pada kualitas dan efektivitas pemanfaatan solusi digitalnya. Sedangkan kategori penghargaan – menggunakan Level Bintang 1 (Terendah) – 5 (Tertinggi). “Proses penilaian dan penentuan penerima penghargaan, dilakukan secara obyektif dan independen. Kriteria utama penilaian adalah perusahaan/ instansi yang paling berhasil dalam implementasi dan pemanfaatan Solusi Teknologi Digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan,” ujar M. Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalh ItWorks ini.
Peran Besar PIS
PT Pertamina International Shipping (PIS), merupakan Subholding Integrated Marine Logistics yang diresmikan pada tahun 2021 sebagai subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. Dibentuk melalui spin-off usaha charter out dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan riil, yang nantinya secara konsolidasi akan memberikan keuntungan kepada PT Pertamina (Persero) secara profesional, sesuai dengan praktik pelayaran yang berlaku.
Perusahaan belakangan juga banyak melakukan inovasi berbasis digital, termasuk untuk dukung operasional armada. Peran PIS, sebagai urat nadi virtual distribusi energi nasional kian berkembang. Dari sisi volume, sepanjang 2024 PIS, sebanyak 353 tanker yang dioperasikan oleh PIS mendistribusikan 161 miliar liter energi berupa BBM dan LPG, yang memperkuat peran sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.
“PIS terus berupaya memastikan ketahanan energi nasional terpenuhi melalui transformasi bisnis dan inovasi tanpa henti dengan menjalankan pengangkutan maritim yang andal. Dengan memanfaatkan potensi maritim nasional dan dunia yang begitu besar, ketahanan energi Indonesia dapat tercapai,” ujar sumber Corporate Secretary PIS.
Tak hanya meningkatkan kapasitas bisnis demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, PIS juga terus berinovasi dalam melakukan dekarbonisasi dalam operasionalnya. PIS menyiapkan sejumlah langkah dalam memenuhi komitmen net zero emission pada 2050, sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) dan Paris Agreement terkait perubahan iklim.
Sebagai informasi, separuh lebih dari total kapal yang dioperasikan oleh PIS menggunakan biofuel. Sebanyak 6 kapal di armada PIS juga telah memanfaatkan LPG sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, 40 kapal di armada PIS telah dilengkapi dengan perangkat hemat energi (energy-saving devices) yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal antara 3-20%. PIS juga telah menerapkan pembatasan daya mesin secara menyeluruh dan manajemen pelayaran untuk mengurangi emisi.
Dari sisi armada, PIS memperkuat komitmen dalam melindungi para pekerja dan pelautnya yang bertugas di luar negeri melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Pelindungan dan Penanganan Kedaruratan. Komitmen perlindungan terhadap tenaga kerja dan pelaut ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)poin 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan memastikan kesehatan serta keselamatan para kru yang bertugas di luar negeri, termasuk pelaut.
Operasional kapal yang andal juga dijalankan seiring dengan prinsip berkelanjutan. Sesuai dengan pilar marine biodiversity yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati laut. Ini juga sejalan dengan program dekarbonisasi PIS secara keseluruhan yang menargetkan pengurangan emisi hingga 54 ribu ton setara karbon, di mana kita tahu bahwa mangrove salah satu penyerap karbon alami yang sangat efektif dan juga bermanfaat untuk melindungi garis pantai. Secara keseluruhan, PIS telah menanam sebanyak 36.000 mangrove sejak 2023 dengan total potensi karbon tersimpan 62,9 ton CO₂e per tahun.
Di samping modernisasi armada tadi, PIS juga semakin serius menggarap pasar kargo yang ramah lingkungan. Tidak hanya berhenti mengincar potensi LNG yang pasarnya masih luas, PIS turut menatap pengangkutan karbon sebagai bisnis baru dalam bentuk carbon capture storage (CCS)/carbon capture utilize storage (CCUS). Bisnis hijau baru ini memiliki potensi yang cukup luas mulai dari pengantaran, penyimpanan, injeksi, hingga infrastruktur terminal karbon.














