Dunia maya Indonesia lagi panas. Hacker misterius bernama Bjorka muncul lagi dan bikin geger. Dia ngaku ngebocorin data pribadi 341 ribu anggota Polri.
Mengutip pemberitaan sejumlah media nasional, 6/10/2025, aksi ini disebut jadi “balasan” setelah polisi nangkap seorang pemuda yang dituduh sebagai dirinya.
File data itu diunggah ke NetLeaks pada 4 Oktober 2025. Isinya bukan main: nama lengkap, pangkat, nomor HP, email, sampai satuan tugas polisi. Walau katanya data lama, tetap bahaya. Sekarang file itu bebas diunduh siapa aja di internet.
Pakar keamanan siber Teguh Aprianto (@secgron) langsung angkat bicara. Menurutnya, kasus ini bukti nyata lemahnya sistem digital Polri. Dia bilang, “Polisi klaim udah nangkap Bjorka, padahal cuma peniru. Bjorka asli malah bales dengan bocorin 341 ribu data anggota.” Komentarnya langsung viral di X dan jadi bahan obrolan netizen.
Sebelumnya, polisi nangkap pemuda berinisial WFT (22) di Sulawesi Utara. WFT dituduh sering pakai nama Bjorka buat nipu orang. Tapi ternyata, Bjorka asli masih bebas dan makin berani. Dia bahkan nyindir polisi lewat pesan pedas: “Anda cuma bisa tangkap saya dalam mimpi!”
Aksi ini jelas bukan sekadar pamer. Banyak analis bilang, Bjorka mau nunjukin kalau sistem keamanan siber Indonesia masih lemah banget. Kalau data polisi aja bisa bocor, gimana dengan data masyarakat biasa?
Kasus kebocoran data Polri 341 ribu personel ini jadi alarm serius. Saatnya pemerintah bener-bener perkuat keamanan digital sebelum ada kebocoran lebih parah lagi.














