Siapa sangka, di zaman serba digital kayak sekarang, perusahaan raksasa sekelas Asahi — pembuat bir paling laris di Jepang — harus balik ke zaman batu gara-gara serangan hacker!
Awalnya, semua lancar-lancar aja di akhir bulan lalu. Tapi tiba-tiba, Asahi kena serangan siber yang bikin hampir semua dari 30 pabriknya di Jepang berhenti beroperasi. Komputer mati total, sistem order dan pengiriman kacau balau. Akhirnya, mereka harus kerja manual: pakai kertas, pulpen, bahkan… fax machine!
Akibatnya, stok bir Asahi Super Dry makin langka di mana-mana. Di restoran kecil kayak Ben Thai di Tokyo, cuma tersisa empat botol doang! Pemiliknya sampai bingung mau restock gimana, soalnya Asahi sekarang lebih prioritaskan pelanggan besar.
Masalah ini bukan cuma bikin susah pecinta bir, tapi juga toko dan restoran kecil. Beberapa convenience store besar kayak 7-Eleven dan FamilyMart bahkan udah kasih pengumuman kalau produk Asahi bakal langka.
Yang lebih parah, grup hacker bernama Qilin ngaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka dikenal sering minta tebusan dari perusahaan besar.
Walau pabrik Asahi di Eropa aman, Jepang jadi sorotan karena lemahnya sistem keamanan siber. Padahal negara ini dikenal super maju! Pemerintah Jepang sekarang janji bakal perkuat pertahanan digital lewat undang-undang baru.
Tapi buat sekarang, pelanggan cuma bisa berharap: semoga Asahi cepet pulih — biar bisa nge-cheers lagi tanpa drama fax dan kertas!
Sumber: BBC.com














