ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Agoda Rilis AI Developer Report 2025, Ini Hasilnya

Fauzi
7 November 2025 | 10:39
rubrik: Research
Agoda Rilis AI Developer Report 2025, Ini Hasilnya
Share on FacebookShare on Twitter

Studi terbaru yang dirilis platform perjalanan digital Agoda mengungkap adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kalangan para pengembang perangkat lunak di Asia Tenggara dan India terbilang tinggi, namun penggunaannya masih dalam tahap pematangan.

Pengembang menggunakan AI secara pragmatis untuk mempercepat pekerjaan tanpa mengorbankan kualitas, sementara organisasi menghadapi tantangan untuk menerapkan kebijakan, praktik, dan kerangka kerja yang diperlukan untuk mendukung tahap berikutnya dalam perkembangan AI di wilayah ini.

Dengan mengumpulkan masukan dari komunitas pengembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India, serta wawasan dari perusahaan terkemuka seperti Carousell, MoMo, Omise, dan SCB 10x, laporan ini menyoroti tiga temuan utama yang saling berkaitan tentang adopsi AI di Asia Tenggara dan India:

AI sudah umum digunakan tapi belum matang
Di seluruh Asia Tenggara dan India, AI telah menjadi bagian dari rutinitas kerja pengembang. 95% pengembang menggunakan AI setiap minggu, dan 56% selalu membuka asisten AI. Produktivitas menjadi alasan utama adopsi, dengan 80% menyebutkan kecepatan dan otomatisasi sebagai motivasi utama. Para insinyur merasakan manfaat nyata, di mana 37% mampu menghemat empat hingga enam jam kerja setiap minggu.

Namun, AI masih lebih dianggap sebagai alat produktivitas dibanding mitra kreatif. Hanya 22% yang menggunakannya untuk memecahkan masalah baru, dan kurang dari setengah (43%) percaya bahwa kinerja AI setara dengan insinyur tingkat menengah. Meskipun 94% mengandalkan AI untuk pembuatan kode, penggunaannya menurun untuk tugas lain seperti dokumentasi, pengujian, dan penyebaran. Hal ini menyoroti kesenjangan antara penggunaan dan keandalan, serta kebutuhan akan hasil yang lebih konsisten dan dapat dipercaya.

AI berkembang melalui akuntabilitas
Pengawasan dan verifikasi kini menjadi bagian penting dalam alur kerja AI sehari-hari. 79% pengembang menyebutkan hasil yang tidak konsisten atau tidak andal sebagai hambatan utama untuk penggunaan AI yang lebih luas. Untuk menjaga kualitas, 67% meninjau semua kode yang dihasilkan AI sebelum digabungkan, dan 70% secara rutin memperbaiki hasilnya untuk memastikan ketepatan.

BACA JUGA:  Ini Prediksi Fortinet Tentang Ancaman Cyber Tahun 2021

Kebijakan formal masih terbatas; hanya satu dari empat tim yang bekerja di bawah pedoman AI resmi. Namun, keandalan terus meningkat melalui proses tinjauan dan validasi yang dipimpin oleh tim. Fokus pada verifikasi ini tidak memperlambat inovasi justru memperkuatnya. Sebanyak 72% pengembang melaporkan peningkatan produktivitas dan kualitas kode yang lebih baik, membuktikan bahwa pengawasan manusia tetap menjadi kunci dalam adopsi AI yang bertanggung jawab.

Pengalaman AI tidak merata dan berisiko menciptakan kesenjangan
Dengan adopsi yang kini hampir universal, fokus bergeser pada bagaimana pengembang menggunakan AI secara bertanggung jawab dan efektif. Sebagian besar pengembang belajar secara mandiri — 71% melalui tutorial, proyek pribadi, atau komunitas online — sementara hanya 28% yang mendapatkan pelatihan dari perusahaan. Akses terhadap program pelatihan formal juga bervariasi antar negara; pengembang di Singapura hampir dua kali lebih mungkin mendapat pelatihan resmi dibandingkan dengan di Vietnam.

Meski terdapat kesenjangan, para pengembang tetap mendorong pertumbuhan diri. Sebanyak 87% telah menyesuaikan rencana belajar atau karier mereka untuk memanfaatkan AI, dan 62% berharap AI membuka peluang karier yang lebih luas membangun fondasi kemampuan jangka panjang yang lebih kuat di kawasan ini. Pertumbuhan yang digerakkan sendiri ini menunjukkan bahwa pengembang belajar lebih cepat dibanding kemampuan perusahaan dalam memberikan pelatihan, dengan karakter yang ambisius, gemar bereksperimen, dan semakin melek AI.

Pengembang di Indonesia muncul sebagai salah satu pengguna AI paling maju di wilayah ini. 78,9% melaporkan menggunakan Cursor dalam enam bulan terakhir – bersama dengan 90,1% untuk ChatGPT – menempatkan Indonesia di antara pengguna IDE yang terintegrasi dengan AI paling aktif daripada hanya mengandalkan LLM berbasis chat.

BACA JUGA:  Laptop Infinix XBOOK B15 Segera Meluncur di Indonesia

“Kecerdasan buatan sedang mengubah cara pengembang di seluruh Asia Tenggara dan India membangun, belajar, dan berkolaborasi,” ujar Idan Zalzberg, Chief Technology Officer Agoda. “Apa yang awalnya digunakan untuk mempercepat tugas seperti menulis, menguji, atau memperbaiki kode kini telah berkembang menjadi perubahan besar dalam cara perangkat lunak dikembangkan. Kini, AI membantu tim bekerja lebih cepat, terus belajar, dan memecahkan masalah dengan cara baru.”

“Di kawasan ini, penggunaan AI sudah umum, tetapi belum merata. Pengembang memandang AI secara pragmatis untuk mempercepat pekerjaan, menjaga kualitas, dan bereksperimen secara bijak, bukan menggantikan keahlian atau penilaian manusia. Peluang terbesar ada pada upaya mendukung kematangan ini melalui praktik terstruktur dan eksperimen yang bertanggung jawab, sehingga adopsi yang tinggi dapat berkembang menjadi kemampuan yang berkelanjutan.”

Studi ini diinisiasi oleh Agoda bekerja sama dengan Macramé Consulting. Sebagai perusahaan teknologi dan perjalanan digital terkemuka di Asia Tenggara dan India, Agoda berkomitmen untuk meningkatkan keahlian talenta teknologi lokal, mendorong inovasi, serta berinvestasi di komunitas tempatnya beroperasi. Melalui temuan ini, Agoda berharap dapat mendukung para pengembang dalam membangun kemampuan dan kerangka kerja yang dibutuhkan untuk menjadikan kawasan ini sebagai “Silicon Valley Asia”, menggabungkan teknologi mutakhir dengan budaya pertumbuhan yang kolaboratif dan bertanggung jawab.

Tags: AgodaAIAI Developer Report 2025Generative AI
Previous Post

TOP Digital Awards 2025: Pengadilan Agama Cirebon Percepat Misi dengan Transformasi Digital

Next Post

Bantu Perusahaan Operasionalkan Agentic AI, Hitachi Vantara Luncurkan Hitachi iQ Studio

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:01

bprs-bhakti-sumekar-e-channel-top-digital-awards-2026

TOP Digital Awards 2026: BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Layanan Digital Lewat E-Channel

Teguh Imam Suyudi
22 October 2026 | 15:00

TOP Digital Awards 2026:  PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court  Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

TOP Digital Awards 2026: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

Ahmad Churi
21 October 2026 | 23:53

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zoom Hadirkan Unified Context Layer, Ubah Percakapan Jadi Hasil Kerja Nyata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjual 2.010 Unit Wholesales, AION UT Masih Terlaris di Segmen Medium Hatchback EV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto