ItWorks.id- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun ini mengikutkan juaran I Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tingkat Provinsi Kalsel- Tangguh Mentaos untuk berkompetisi di ajang Festival KIM Nasional yang resmi dibuka sore hari ini (14/11/2025) di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang-Banten.
Festival Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Nasional 2025, merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para penggerak informasi masyarakat dari seluruh Indonesia. Tahun ini, Kota Tangerang terpilih sebagai tuan rumah yang diikuti peserta dari delapan provinsi di Tanah Air.
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, bersama Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan secara resmi membuka Festival Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Nasional 2025 yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama. Festival KIM 2025 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk KIM dari delapan provinsi, Lomba Pertunjukan Seni, Talkshow Digital Parenting: Jaga Keluarga di Dunia Maya, Lomba Mewarnai Tingkat TK bertema PP Tunas, hingga Tabligh Akbar.
Dalam sambutannya, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan Kota Tangerang sebagai tuan rumah. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital mengingat kian tingginya penggunaan internet di kalangan masyarakat Indonesia.
”Keberaadaan dan eksistensi KIM yang terbilang banyak, termasuk di Kota Tangerang menjadi bukti kesadaran dan upaya keras pemerintah dalam mewujudkan ekosistem informasi dan dunia digital yang sehat dan aman, termasuk untuk kalangan anak. Kami sangat mengapresiasi KIM dari seluruh Indonesia untuk terus berkiprah, mendukung upaya perluasan literasi digital yang aman sejalan dengan meluasnya digitalisasi dan penggunaan internet yang makin tinggi untuk berbagai keperluan masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya juga berpesan agar KIM bisa menjadi garda depan untuk ikut edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya berinternet dan juga menggunakan media sosial yang sehat. “Sisi lain di ranah digital yang makin pesat yakni adanya hoaks dan berita bohong. Jadi tolong kalai terima pesan di WA Group jangan langsung dipercaya. Cek penulisnya, cek sumbernya, medianya. Kita semua dan juga KIM harus bisa menjadi pelurus informasi. Apalagi saat ini sudh terdapat 3.555 KIM dari 31 provinsi yang telah tercatat di platform www.kim.id,” ujarnya.
KIM Mitra Strategis
Hal senada disampiakan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan. Ia menyampaikan bahwa festival itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra strategis dalam penguatan komunikasi publik. “KIM telah menjadi garda terdepan komunikasi publik di tengah masyarakat. Kehadiran KIM di berbagai daerah dianggap sebagai aset yang sangat berharga di tengah derasnya arus informasi dan tantangan komunikasi di era digital,” ujar Maryono saat mendampingi Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, dan Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar , saat membuka Festival KIM 2025.
Ia menegaskan bahwa KIM terbukti mampu menyebarkan informasi kredibel sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Pihaknya juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat luas.
KIM Provinsi Kalsel
Setelah tahun lalu di Makassar meraih juara umum, tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali ikut meramaikan Pameran Festival Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Nasional 2025. Tahun ini Diskominfo Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih Kim Tangguh Mentaos Dari Banjarbaru sebagai wakil provinsi untuk ajang nasional setelah memenangkan Seleksi KIM Terbaik Tingkat Provinsi 2025.
“Setiap tahun kita adakan seleksi untuk menentukan 3 KIM terbaik yang berasal dari semua wilayah kabupaten atau kota yang ada di Kalsel. Tahun ini juara I dimenangkan Kim Tangguh Mentaos Dari Banjarbaru yang kemudian kita ikutkan di KIM Tingkat nasional ini. Kita Berharap tahun ini bisa kembali mendapat juara,” ujar Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum di Stand Pameran KIM Kalsel di Alun-Alun Lapangan Ahmad Yani -Tangerang Banten.
Dikatan, selama pameran ini, KIM Tangguh Mentaos akan mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya kegiatan podcast terkait aktivitas di Kalsel dan selama pameran ini, memberikan informasi terkait aktivitas dan inovasi literasi digital, edukasi, publikasi, kuis, dan lainnya. Terutama untuk ikut mengangkat potensi lokal Kalsel dan memperjuangkan ke kancah nasional, bahkan lebih luas lagi kancah global melalui dunia digital.
Keikutsertaannya juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi, bisnis dan wisata Kalsel melalui podcast dan media sebagai jendela informasi kepada masyarakat publik. Salah satu yang akan disampaikan terkait wisata yakni Geopark Meratus di Kalimantan Selatan yang resmi menyandang status UNESCO Global Geopark. Penetapan Geopark Meratus sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark diumumkan dalam sidang ke-221 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis, yang berlangsung pada 2–17 April 2025.
Menurut dia, status baru Geopark Meratus membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi Kalsel, promosi budaya daerah, dan juga untuk pelestarian lingkungan. “Geopark Meratur belum lama ini telah mendapat pengakuan dari UNESCO . Dan ini tentu jadi momentum penting yang akan diangkat KIM Kalsel di ajang Festival KIM Nasional ini untuk ikut mengembangkan informasi luas akan potensi wisata di Kalsel,” ujarnya.
Usai membuka secara resmi Festival KIM 2025 pada Jumat (14/11/2025) sore, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, bersama Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyempatkan mengunjungi Stand KIM Kalsel yang menampilkan perangkat video interaktif, podcast dan produk kerajinan Kas Kalsel di tengah kegiatan yang dihadiri perwakilan KIM dari delapan provinsi se-Indonesia. (AC)















