PT Tera Data Indonusa Tbk pemilik brand Axioo mengaku tetap optimistis menatap kinerja di tahun 2026 ini. Hal ini tak lepas dari pasar sektor ritel yang masih mendominasi dan diandalkan bisa menyerap produk-produknya.
Untuk itu, Perseroan pun yakin bisa mencapai target pendapatan maupun laba bersih dapat lebih besar dari tahun 2025 lalu.
“(Proyeksi di 2025) tetap baik dan semakin baik. Karena dengan perencanaan yang baik, maka target kita tetap menjadi yang terbaik di Indonesia. Terutama untuk yang housebrand di Indonesia ini,” jelas Direktur AXIO, Luhur Budiman, Senin (5/1/2026), seperti dikutip dari laman TopBusiness.id.
Untuk diketahui, produk housebrand adalah produk yang dipasarkan dan dijual oleh merek dagang tetentu di bawah nama merek mereka sendiri. Dalam hal ini untuk produk komputer jinjing merek Axioo.
Luhur pun yakin di tahun 2026 ini akan mencatatkan kinerja lebih baik dari tahun 2025. “Di tahun lalu, pendapatan AXIO naik 35%, begitu pun juga sama dengan labanya. Jadi target 2026 ini harusnya bisa lebih baik lagi atau sama seperti tahun 2025,” ujar dia.
Sebelumnya, Luhur mengatakan, memasuki tahun 2025, Axioo memang menargetkan pertumbuhan yang kuat dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp1,68 triliun. Angka tersebut berarti meningkat sekitar 35% dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp1,23 triliun.
“Adapun dari sisi profitabilitas, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp90 miliar, naik sekitar 54% dibanding tahun sebelumnya,” kata Luhur, kala itu.
Luhur kembali menegaskan, optimisme Perseroan di tahun ini juga didorong oleh banyaknya produk baru yang akan dikembangkan di tahun ini. Tentu saja untuk menyasar segmen ritel yang paling besar.
“Iya, tahun 2026 ini, Axioo memiliki banyak produk unggulan lainnya. Segmen terbesar kita memang di ritel. Akan tetapi ritelnya siapa saja, tentu kita tak tahu. Kami gak tahu yang pakai itu user-nya siapa?” jelas dia.
Sekadar informasi, sejauh ini kinerja positif perseroan didukung oleh peningkatan signifikan dari segmen ritel. Saat ini berkontribusi lebih dari 90% terhadap total pendapatan.
Adapun beberapa produk yang baru diluncurkan seperti Hype, Zetta, dan Pongo Series diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan volume penjualan dan margin laba bersih.
“Dengan ekspansi ritel yang terarah dan pengelolaan keuangan yang cermat serta berorientasi jangka panjang, kami yakin dapat menjaga kinerja positif dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tandasnya.














