ItWorks.id- Peningkatan literasi dan inklusi pasar modal terus menjadi fokus berbagai pelaku industri keuangan. Salah satu aspek penting yang perlu dipahami investor pemula adalah strategi transaksi saham yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.
Di antara berbagai pendekatan yang ada, swing trading bisa menjadi strategi yang cukup relevan bagi investor yang ingin lebih aktif, namun tetap terukur dalam mengelola risiko. Swing trading merupakan adalah trading jangka menengah yang bertujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga (“ayunan” atau swing) dalam kurun waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
Dalam hal ini, trader atau investor mencoba menangkap momentum kenaikan harga dari satu titik ke titik lain dengan bantuan analisis teknikal (seperti Moving Average atau RSI) untuk mengidentifikasi titik masuk (entry) dan keluar (exit) saat pasar sedang tren naik atau turun. Biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menegaskan bahwa pemahaman strategi menjadi fondasi penting sebelum investor mulai aktif bertransaksi. “Pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal jika didukung perencanaan matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” ujarnya dilansir dalam rilis pers (02/o2/2026), di Jakarta.
Cocok Untuk Saham Likuid dan Aktif Bergerak
Menurutnya, di pasar saham Indonesia, swing trading umumnya diterapkan pada saham berlikuiditas tinggi dengan pergerakan harga yang aktif. Karakter ini memudahkan investor melakukan analisis serta masuk dan keluar pasar tanpa hambatan likuiditas yang berarti.
Strategi ini berpegang pada prinsip dasar yang relatif sederhana:
- Membeli saham saat harga terkoreksi atau berada di area support
- Menjual saat harga naik mendekati atau menembus area resistance
Agar keputusan lebih objektif, investor biasanya menggunakan sejumlah indikator teknikal seperti:
- Moving Average (MA) untuk melihat arah tren
- Relative Strength Index (RSI) untuk mendeteksi kondisi jenuh beli atau jenuh jual
- MACD untuk membaca momentum harga
- Support dan resistance sebagai acuan level beli dan jual
Tips Praktis Investor Pemula
Bagi investor pemula, kunci utama bukan sekadar mencari untung cepat, melainkan membangun disiplin dan konsistensi. Beberapa tips penting dalam menerapkan swing trading antara lain:
1. Selalu buat rencana sebelum beli saham
Tentukan sejak awal harga beli, target jual, dan batas risiko (stop loss). Misalnya, membeli di Rp1.000, menargetkan jual di Rp1.100, dan menetapkan stop loss di Rp970. Dengan skenario ini, potensi keuntungan dan kerugian sudah terukur.
2. Gunakan indikator secukupnya
Tidak perlu memakai terlalu banyak indikator. Pilih satu atau dua yang benar-benar dipahami agar analisis tetap fokus dan tidak membingungkan.
3. Disiplin pada stop loss
Batas kerugian dibuat untuk melindungi modal. Mengabaikan stop loss sering kali menjadi kesalahan terbesar investor pemula.
4. Kelola porsi dana
Hindari menempatkan seluruh dana pada satu saham. Diversifikasi membantu mengurangi risiko ketika pasar bergerak tidak sesuai perkiraan.
5. Kendalikan emosi
Keputusan transaksi sebaiknya berbasis data dan rencana, bukan rasa takut ketinggalan momentum (fear of missing out) atau panik saat harga turun.
Teknologi Dukung Keputusan Terukur
Pemanfaatan teknologi juga semakin mempermudah investor dalam menjalankan strategi. Teddy menjelaskan, melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat mengakses fitur analisis dan eksekusi transaksi secara praktis sehingga strategi dapat diterapkan lebih disiplin dan terukur.
Sebagai bagian dari komitmen edukasi, BNI Sekuritas juga rutin menghadirkan program literasi seperti Morning Investview, Live Trading, dan berbagai program pembelajaran lain guna membantu investor memahami peluang sekaligus risiko investasi di pasar modal.
Dengan pemahaman strategi, disiplin menjalankan rencana, dan manajemen risiko yang baik, swing trading dapat menjadi langkah awal yang terstruktur bagi investor pemula untuk lebih percaya diri menavigasi dinamika pasar saham.














