ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Awas, Kaspersky Ungkap Malware Android “Keenadu” Bisa Terpasang Otomatis

Ahmad Churi
20 February 2026 | 13:53
rubrik: Research
Awas, Kaspersky Ungkap Malware Android “Keenadu” Bisa Terpasang Otomatis
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id-Ancaman kejahatan siber di perangkat Android kembali berevolusi. Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkap temuan malware Android multifaset bernama “Keenadu”, dalam beberapa kasus sudah tertanam sejak perangkat masih baru dan belum digunakan.

Berbeda dari malware biasa yang mengandalkan kelengahan pengguna untuk diunduh, Keenadu dilaporkan dapat menyusup melalui berbagai jalur: mulai dari firmware perangkat, aplikasi sistem bawaan, hingga aplikasi yang sempat tersedia di toko resmi seperti Google Play.

Hingga Februari 2026, solusi keamanan seluler Kaspersky telah mendeteksi lebih dari 13.000 perangkat terinfeksi. Korban terbanyak ditemukan di Rusia, Jepang, Jerman, Brasil, dan Belanda, meski penyebarannya juga menjangkau negara lain.

Bisa Menguasai Perangkat Sepenuhnya

Dalam skenario paling berbahaya, Keenadu terintegrasi langsung ke firmware sejumlah model tablet Android pada tahap rantai pasokan. Polanya mengingatkan pada kasus backdoor Triada yang terdeteksi pada 2025. Jika tertanam di firmware, Keenadu berfungsi sebagai backdoor penuh. Penyerang dapat:

  • Menginfeksi aplikasi apa pun di perangkat
  • Menginstal file APK tanpa sepengetahuan pengguna
  • Memberikan izin akses secara diam-diam
  • Mengakses data sensitif seperti media, pesan, kredensial perbankan, hingga lokasi

Bahkan, malware ini mampu memantau pencarian pengguna di browser Google Chrome, termasuk saat mode penyamaran (incognito) aktif.

Menariknya, malware ini tidak aktif bila bahasa perangkat menggunakan dialek Tiongkok dan zona waktu diatur ke wilayah Tiongkok, serta tidak berjalan jika perangkat tidak memiliki Google Play Store dan Google Play Services.


Varian lain Keenadu ditemukan tertanam dalam aplikasi sistem bawaan, termasuk aplikasi pembuka kunci wajah. Dalam kondisi ini, meski tidak sepenuhnya menginfeksi semua aplikasi, malware tetap memiliki hak istimewa tinggi karena berada di level sistem. Risikonya tidak main-main. Penyerang berpotensi mengakses data biometrik wajah pengguna. Pada kasus lain, Keenadu juga ditemukan di aplikasi layar beranda (launcher), memungkinkan kontrol lebih luas terhadap perangkat.

BACA JUGA:  Waspada Penyerang Menyebar Spyware Berkedok Pelanggaran Dari Firma Hukum

Sempat Menyelinap ke Google Play

Kaspersky juga menemukan aplikasi kamera rumah pintar di Google Play yang telah diunduh lebih dari 300.000 kali terinfeksi Keenadu. Aplikasi tersebut kini telah dihapus dari toko aplikasi resmi.

Dalam varian ini, penyerang dapat menjalankan tab browser tersembunyi di dalam aplikasi untuk menjelajahi berbagai situs tanpa sepengetahuan pengguna—sebuah modus yang kerap dimanfaatkan untuk penipuan iklan dan aktivitas bot klik.

Peneliti keamanan Kaspersky, Dmitry Kalinin, menegaskan bahwa malware pra-instal menjadi isu mendesak di ekosistem Android. “Tanpa tindakan apa pun dari sisi pengguna, perangkat dapat terinfeksi sejak pertama kali digunakan. Vendor kemungkinan tidak menyadari kompromi rantai pasokan karena malware meniru komponen sistem yang sah,” ujarnya dilansir dalam rilis pers (20/02/2026), di Jakarta.

Menurutnya, pengawasan ketat pada setiap tahap produksi perangkat sangat penting untuk mencegah firmware terinfeksi sejak awal. Dan untuk meminimalkan risiko, Kaspersky merekomendasikan:

  1. Menggunakan solusi keamanan tepercaya untuk mendeteksi ancaman sejak dini.
  2. Memeriksa dan menginstal pembaruan firmware resmi.
  3. Menonaktifkan aplikasi sistem yang dicurigai terinfeksi.
  4. Mengganti launcher bawaan dengan launcher pihak ketiga jika diperlukan.

Kasus Keenadu menjadi pengingat bahwa ancaman siber kini tidak lagi sekadar soal tautan berbahaya atau aplikasi ilegal. Bahkan perangkat baru sekalipun bisa membawa risiko tersembunyi sejak pertama kali dinyalakan.

Tags: Kejahatan Siber
Previous Post

Garmin Dorong Peneliti Lokal Manfaatkan Data Wearable untuk Studi Kesehatan di Indonesia

Next Post

Ponsel Lipat Motorola Razr 60 Segera Hadir di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OpenAI Bagikan 50 Cara Penggunaan ChatGPT untuk Mahasiswa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motorola Moto E14, Smartphone Terjangkau Berbasis Android Go Edition

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto