ItWorks.id –Dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2026, Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar podcast khusus bertajuk Deep Dialog yang mengangkat peran perempuan di era keterbukaan informasi digital dalam memperkuat ekonomi nasional.
Podcast yang diinisiasi Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik KI Pusat itu menghadirkan sejumlah tokoh perempuan dari berbagai sektor dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Komisi Informasi Pusat mulai 21 April 2026. Podcast Deep Dialog spesial Hari Kartini ini dapat disaksikan oleh masyarakat luas melalui kanal YouTube resmi Komisi Informasi Pusat mulai tanggal 21 April 2026. Melalui tayangan ini, diharapkan semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi pembangunan bangsa melalui langkah-langkah konkret yang transformatif.
Acara dipandu Komisioner KI Pusat Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik, Samrotunnajah Ismail, yang menegaskan bahwa Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat peran perempuan melalui keterbukaan informasi publik yang inklusif dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam rangkaian dialog tersebut, Ketua Komisi X DPR RI periode 2024–2029, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju: Peran Pendidikan, Transparansi, dan Kepemimpinan di Era Digital”. Ia menekankan bahwa akses terhadap pendidikan dan informasi menjadi pondasi penting bagi perempuan untuk tidak hanya hadir dalam ruang publik, tetapi juga berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan.
Di sektor transportasi dan BUMN, Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Tri Andayani, menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan yang inklusif melalui tema “Kapabilitas SDM Perempuan dalam Memperoleh Kesempatan di Era Digitalisasi”. Ia menekankan pentingnya kesiapan perempuan dalam menghadapi transformasi digital melalui peningkatan kompetensi, adaptasi, serta keberanian untuk mengambil peluang di tengah perubahan yang cepat.
Sementara itu, Direktur Human Capital & Compliance PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Eka Fitria, mengangkat isu penguatan kapasitas sumber daya manusia perempuan melalui tema “Peran Pimpinan & Strategi SDM dalam Mendukung Pegawai Perempuan”. Ibu Eka menyampaikan bahwa kepemimpinan yang membuka ruang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi yang berkeadilan.
Pada sektor pertanian, Ketua Wanita Tani HKTI, Anita Ariani, menegaskan peran strategis perempuan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui tema “Perempuan dalam Ekosistem Pertanian”. Ia menyoroti kontribusi perempuan tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam pengolahan dan pengembangan produk, yang secara langsung berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Ketahanan pangan ini akan bisa terwujud dengan melibatkan seluruh rakyat indonesia tak terkecuali perempuan. Kalau tidak bisa bertani ya (bisa berfokus pada) produk olahannya. Sekarang kami sedang menggencarkan sosialisasi pangan-pangan olahan. Contohnya singkong itu bisa disajikan dalam berbagai olahan makanan. Kalau ini massive, insyaAllah program pemerintah bisa terwujud’, tegas Anita.
Melalui rangkaian podcast deep dialogue dalam memaknai Hari Kartini, Komisioner Samrotunnajah Ismail selaku penggagas acara menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan kunci dalam mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
Komitmen para perempuan pemimpin dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi diyakini mampu menghadirkan kebermanfaatan secara ekosistem, baik melalui kebijakan pemerintah maupun program badan publik.
Informasi yang dapat diakses oleh masyarakat tersebut selanjutnya memiliki nilai guna untuk meningkatkan kecerdasan, mendukung pendidikan, serta memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil peran strategis dalam mendorong dan meningkatkan perekonomian Indonesia, sebagai wujud nyata semangat Kartini.
Momentum Hari Kartini 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Kartini terus hidup melalui langkah nyata perempuan Indonesia dalam berkontribusi bagi pembangunan bangsa.














