ItWorks.id– Belakangan ini, minat masyarakat Indonesia berbelanja kebutuhan pokok secara online melonjak sepanjang semester I 2026. Nilai transaksi kategori Food & Beverages (F&B) di e-commerce menembus Rp20,6 triliun, atau tumbuh 52% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan tersebut menjadi sinyal bahwa e-commerce semakin digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari air mineral, minyak goreng, gula, kopi, hingga mi instan dan pasta. Pertumbuhan transaksi juga diikuti kenaikan jumlah barang yang dibeli sebesar 33% YoY, sehingga peningkatan belanja tidak hanya didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas.
Berdasar Data Compas.co.id dari riset bertajuk ndonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 menunjukkan pangsa F&B terhadap total pasar FMCG online juga meningkat dari 20% menjadi 23%.
CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan, perubahan tersebut menunjukkan masyarakat semakin terbiasa menjadikan kanal digital sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.“Pergeseran belanja di Semester 1 2026 membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital,” ujarnya dilansir dalam rilis pers (30/9/2026), di Jakarta.
Disenbutkan, pertumbuhan paling tinggi tercatat pada sejumlah produk kebutuhan pokok dan bahan dapur. Penjualan air mineral melonjak 219% YoY, sedangkan minyak goreng tumbuh 123% YoY.
Produk konsumsi harian lainnya juga mengalami peningkatan signifikan. Penjualan teh tumbuh 97% YoY, mi instan dan pasta 91%, gula 79%, serta kopi 75%. Sementara itu, penjualan permen meningkat 121% dan sweet snacks 100%.
Pertumbuhan tersebut membuat F&B menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru di pasar FMCG e-commerce, yang sebelumnya lebih banyak ditopang kategori perawatan dan kecantikan.Laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 Compas.co.id mencakup kategori Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare, dengan data dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk periode Januari-Juni 2026.














