ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Aplikasi Seluler Butuh Perlindungan Lebih Kuat, Ini 5 Alasannya

Fauzi
1 October 2026 | 13:06
rubrik: Digital
Kaspersky-ASWANT Berkolaborasi Dorong Imunitas Siber di Malaysia dan Indonesia

Ilustrasi, Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Aplikasi seluler menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya ekonomi digital Indonesia. Mulai dari perbankan, e-commerce, dan transportasi hingga layanan kesehatan dan pemerintahan, aplikasi seluler telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari jutaan masyarakat Indonesia.

Menurut laporan Digital 2025 Indonesia dari DataReportal, negara ini mencatat 356 juta koneksi seluler aktif dan 212 juta pengguna internet pada awal tahun 2025, yang menegaskan kuatnya ketergantungan bangsa ini pada teknologi seluler untuk aktivitas pribadi maupun bisnis.

Seiring dengan meningkatnya ketergantungan konsumen pada aplikasi seluler untuk mengelola transaksi keuangan, menyimpan informasi pribadi, dan mengakses layanan penting, para penjahat siber mulai mengalihkan fokus mereka untuk menyusupi perangkat dan aplikasi seluler. Penelitian terbaru Kaspersky menemukan bahwa serangan yang menargetkan pengguna ponsel pintar Android secara global meningkat sebesar 29% pada paruh pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, seiring transformasi pengalaman seluler oleh kecerdasan buatan (AI), tantangan keamanan pun menjadi semakin kompleks. Kaspersky mencatat peningkatan sebesar 56% dalam serangan Trojan-Banker pada ponsel pintar Android selama tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah paket instalasi Trojan-Banker baru melonjak sebesar 271%. Bagi bisnis yang mengoperasikan aplikasi seluler yang menangani informasi keuangan, pribadi, atau data sensitif lainnya, hal ini mempertegas perlunya menjadikan keamanan sebagai bagian integral dari pengalaman aplikasi—bukan sekadar lapisan tambahan yang dipasang setelah tahap pengembangan selesai.

“Aplikasi seluler telah menjadi titik interaksi digital utama antara bisnis dan konsumen di seluruh Asia Pasifik, khususnya di pasar dengan tingkat konektivitas tinggi seperti Indonesia. Karena pengguna memercayakan informasi pribadi dan keuangan yang semakin sensitif kepada aplikasi, pengembang harus menjadikan keamanan sebagai elemen mendasar dalam pengalaman pengguna, bukan sekadar pertimbangan tambahan. Menanamkan keamanan secara langsung ke dalam aplikasi membantu organisasi memperkuat kepercayaan pelanggan, mengurangi risiko penipuan, dan melindungi reputasi merek mereka di tengah lanskap ancaman yang semakin kompleks,” ujar Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

BACA JUGA:  Bayar PBB Dengan Gampang, Pakai Octo Mobile

Mengapa aplikasi seluler memerlukan perlindungan yang lebih kuat

Kaspersky mengidentifikasi lima risiko keamanan utama yang harus ditangani secara proaktif oleh pengembang aplikasi:

  1. Perangkat lunak berbahaya yang mampu mencuri kredensial, mencegat kata sandi sekali pakai (OTP), memantau layar, atau menampilkan halaman login palsu sebagai lapisan (overlay). Penyerang menjadi semakin kreatif dalam beberapa tahun terakhir, dan spyware modern kini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Tergantung pada jenisnya, malware dapat mencegat notifikasi aplikasi, pesan teks, kode PIN, dan pola kunci layar; mencuri kode 2FA untuk Google Authenticator dan sejenisnya; serta membagikan aktivitas di layar korban secara real-time.
  2. Jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman, tempat penyerang dapat mencegat komunikasi antara aplikasi seluler dan server backend. Setiap tempat umum dan moda transportasi kini menyediakan jaringan Wi-Fi untuk siapa saja, dan orang lain yang berada di jaringan yang sama dapat mencoba mencegat pertukaran data antara aplikasi Anda dan server, sehingga mendapatkan akses ke akun pelanggan.
  3. Remote Access Tools (RAT) yang memungkinkan penjahat siber mengendalikan perangkat yang terinfeksi dari jarak jauh dan menyalahgunakan aplikasi yang sah. Terdapat kategori program khusus yang bertujuan untuk mengambil kendali penuh atas perangkat pengguna.
  4. Kerentanan pada mesin peramban (browser engine), yang dapat membahayakan aplikasi yang mengandalkan komponen web tertanam. Dalam banyak kasus, aplikasi seluler dibangun menggunakan elemen peramban web standar, dengan penyesuaian fungsi tertentu. Mengingat kerentanan mesin peramban sering ditemukan, pengembang aplikasi seluler perlu memperbarui solusi mereka secara berkala. Namun, pada jeda waktu antara penemuan kerentanan dan perbaikannya, penjahat siber dapat mencoba melancarkan serangan melalui celah keamanan peramban pada aplikasi Anda.
  5. Serangan phishing berbasis AI, di mana situs web atau pesan penipuan dibuat menggunakan AI untuk mencuri kredensial pengguna dan merusak kepercayaan pelanggan. Penjahat siber mencakup pelaku phishing yang mengirimkan tautan ke situs berbahaya melalui email, aplikasi pesan, dan pesan teks.
BACA JUGA:  Apa saja Keunggulan Peramban Baru Microsoft Edge?

Perlindungan berlapis yang diperkuat AI dengan Kaspersky Mobile Security SDK
Seiring dengan semakin banyaknya penjahat siber yang beralih menggunakan AI dan teknik-teknik canggih untuk melancarkan serangan yang lebih cepat dan sulit dideteksi, Kaspersky menerapkan teknologi AI dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk sisi pertahanan. Langkah ini membantu solusi keamanan seluler Kaspersky dalam menganalisis pola ancaman yang terus berkembang serta memperkuat perlindungan terhadap serangan baru melalui Kaspersky Mobile Security SDK (KMS SDK).

Solusi ini memadukan berbagai teknologi deteksi, termasuk heuristik tingkat lanjut dan teknik pembelajaran mesin, untuk membantu mengidentifikasi serta memblokir malware seluler baru dan ancaman canggih. Kemampuan ini dilengkapi dengan integrasi ke Kaspersky Security Network (KSN), sebuah infrastruktur terdistribusi yang memproses aliran data terkait keamanan siber dari jutaan partisipan sukarela di seluruh dunia serta menyediakan intelijen keamanan Kaspersky bagi mitra dan pelanggan yang terhubung.

Kombinasi antara deteksi berbasis AI, heuristik tingkat lanjut, serta perlindungan berlapis pada perangkat, jaringan, data, dan aplikasi dalam solusi ini memungkinkannya untuk terus berkembang seiring dengan ancaman yang menyasar pengguna perangkat seluler modern. Bagi para pengembang, hal ini memberikan peluang untuk menyematkan kemampuan keamanan yang lebih cerdas secara langsung ke dalam aplikasi mereka, tanpa perlu mengembangkan sendiri teknologi deteksi ancaman yang rumit.

Kaspersky Mobile Security SDK mendukung pendekatan lima lapis terhadap keamanan aplikasi seluler:

● Menilai perangkat dengan mendeteksi pengaturan berisiko, perangkat yang telah di-root, dan aplikasi mencurigakan.
● Melindungi perangkat menggunakan teknologi anti-malware, termasuk pemindaian sesuai permintaan (on-demand) dan pemindaian waktu nyata (real-time).
● Mengamankan koneksi jaringan melalui verifikasi DNS, validasi sertifikat, analisis keamanan Wifi, dan penyaringan web.
● Melindungi data sensitif dengan kemampuan input dan penyimpanan yang aman guna mengurangi risiko pencurian kredensial.
● Melindungi aplikasi itu sendiri melalui fitur anti-tampering (pencegahan manipulasi), seperti verifikasi tanda tangan, anti-debugging, dan perlindungan integritas saat aplikasi berjalan (runtime).

BACA JUGA:  BPPT Bikin Teknologi AI Pendeteksi Covid-19

Solusi ini dirancang bagi organisasi yang aplikasinya menangani informasi pelanggan yang berharga, termasuk perbankan, perusahaan fintech, peritel, platform e-commerce, maskapai penerbangan, penyedia layanan perhotelan, layanan transportasi, perusahaan telekomunikasi, instansi pemerintah, serta organisasi manapun yang ingin memperkuat keamanan aplikasi seluler. Hal utama lainnya adalah, Kaspersky Mobile Security SDK dirancang untuk melengkapi infrastruktur keamanan dan anti-penipuan yang sudah dimiliki organisasi tersebut.

Membangun pengalaman seluler yang lebih aman di era berbasis AI
Meningkatnya penggunaan AI, baik oleh pelaku bisnis maupun penjahat siber, mempertegas perlunya keamanan untuk terus berkembang seiring dengan inovasi digital. Bagi para pengembang, tantangannya bukan lagi sekadar menciptakan aplikasi yang cepat, praktis, dan cerdas, melainkan juga memastikan aplikasi tersebut dapat beroperasi secara aman di tengah lingkungan ancaman yang semakin kompleks.

Hal ini sangat penting bagi Indonesia, mengingat perangkat seluler telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas digital sehari-hari. Seiring konsumen menggunakan ponsel pintar untuk mengelola keuangan, berkomunikasi, berbelanja, bepergian, dan mengakses layanan penting, keamanan aplikasi yang mendukung aktivitas tersebut menjadi faktor krusial yang berkaitan erat dengan kepercayaan pelanggan.

Menerapkan keamanan langsung ke dalam aplikasi dapat membantu organisasi mengurangi risiko ancaman seluler, memperkuat perlindungan terhadap informasi sensitif, serta menciptakan layanan digital yang lebih tangguh. Di tengah transformasi pengalaman seluler yang terus didorong oleh AI, pendekatan keamanan sejak tahap perancangan (security by design) dapat memastikan bahwa kemudahan digital yang lebih matang tidak mengorbankan perlindungan bagi pengguna.

Tags: AIAplikasiAplikasi SelulerCyber SecurityKaspersky
Previous Post

Di Tengah Tekanan Global, Kinerja Industri Nasional Tetap Ekspansif

Next Post

Tren Belanja Kebutuhan Pokok Online Melonjak 52% Tembus Rp20,6 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Livin’ by Mandiri Terus Dikembangkan Layani Kebutuhan Pengguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Pesta Hadiah IMPoin, IM3 Tebar 2.026 Hadiah Termasuk Grand Prize Mobil Listrik BYD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadiri Asean Meeting, BSSN Dorong Penguatan Ketahanan Siber Kawasan Regional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto