ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Rimini Street Dorong Perusahaan Hadapi Era Post-Quantum Tanpa Ganti Seluruh Sistem

Ahmad Churi
1 October 2026 | 17:54
rubrik: Business Solution, Digital
Rimini Street Dorong Perusahaan Hadapi Era Post-Quantum Tanpa Ganti Seluruh Sistem

Han-Tiong Law, Regional Chief Technology Officer for ASEAN and Greater China, Rimini Street: kesiapan menghadapi era post-quantum harus dipandang sebagai proses antisipasi.

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id-Perkembangan era post-quantum mulai mendorong perusahaan mengubah cara memandang keamanan siber dan keberlanjutan transformasi yang membawa peluang baru bagi AI dan komputasi. Namun, pada saat yang sama juga menciptakan horizon risiko baru bagi data dan sistem yang saat ini masih dilindungi sistem keamanan konvensional.

Dinamika era perkembangan komputasi kuantum mulai mengubah cara perusahaan memandang keamanan dan keberlanjutan teknologi. Rimini Street menilai, kesiapan dalam menghadapi perkembangan komputasi kuantum, tidak harus dilakukan dengan mengganti seluruh sistem teknologi yang telah digunakan perusahaan. Perusahaan justru perlu lebih dulu memahami ekosistem digital yang dimiliki, mulai dari data, aplikasi, database, API, middleware, cloud hingga sistem pihak ketiga yang saling terhubung.

Menurut Han-Tiong Law, Regional Chief Technology Officer for ASEAN and Greater China, Rimini Street, kesiapan menghadapi era post-quantum harus dipandang sebagai proses antisipasi, bukan sesuatu yang perlu menimbulkan kepanikan. “Komputasi kuantum tidak seharusnya menciptakan kepanikan, tetapi perlu mengubah cara perusahaan memandang dan merencanakan keamanan mereka,” ujar Han -Tiong Law dalam paparannya, yang dirilis, baru-baru ini.

Dengan makin tingginya adopsi AI di berbagai sektor, ancaman risiko tersebut juga menjadi perhatian di Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria sebelumnya mengingatkan mengenai risiko harvest now, decrypt later. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlindungan data tidak lagi cukup dilihat berdasarkan ancaman yang tersedia saat ini, tetapi juga perlu mempertimbangkan kemampuan teknologi di masa mendatang.

Mengubah Cara Perusahaan Melihat Kemanaan Siber

Bagi perusahaan Indonesia, tantangan post-quantum menjadi semakin kompleks karena lingkungan teknologi perusahaan saat ini tidak lagi berdiri sendiri. ERP, misalnya, terhubung dengan database, middleware, API, aplikasi cloud, sistem pihak ketiga hingga berbagai interface yang menopang proses bisnis.

Karena itu, keamanan tidak cukup dinilai dari apakah sebuah sistem menggunakan teknologi lama atau baru. Yang lebih penting adalah apakah perusahaan benar-benar memahami lingkungan tersebut—mulai dari data yang dianggap kritis, lokasi penyimpanan dan transmisinya, hingga proses bisnis yang akan terdampak jika suatu sistem mengalami gangguan.

BACA JUGA:  Butuh Jutaan Talenta Digital, Menkomdigi-Menaker Gelar Program Pelatihan Digital

Dalam konteks keamanan siber, pendekatan ini juga memperluas perhatian dari aplikasi ke seluruh ekosistem. Perusahaan perlu melihat keamanan secara menyeluruh. Pertanyaannya, bukan hanya apakah sistem ERP perusahaan aman, tetapi bagaimana pekerjaan berlangsung dari awal hingga akhir, siapa yang bergantung pada proses tersebut, data apa yang digunakan, serta dampaknya jika proses tersebut berhenti.

Kesenjangan Perlu Ditutup

Salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan adalah visibilitas. Perusahaan dapat memiliki berbagai teknologi keamanan, tetapi belum tentu memiliki gambaran lengkap mengenai seluruh aset, data, interface, dan ketergantungan kriptografi dalam lingkungan mereka.

Langkah pertama adalah membangun tata kelola (governance) dan akuntabilitas yang jelas. Kepemilikan tidak hanya dibutuhkan untuk sistem, tetapi juga untuk data dan proses bisnis. Perusahaan perlu mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas data finansial, data master, informasi pelanggan dan aset kritis lainnya.

Selanjutnya, perusahaan perlu menentukan apa yang benar-benar penting bagi keberlangsungan bisnis. Proses mana yang paling penting, data mana yang memiliki jangka panjang, dan dampaknya jika proses tersebut tidak tersedia.

Selain itu, visibilitas terhadap ketergantungan kriptografi juga menjadi penting. Perusahaan perlu mengetahui di mana enkripsi digunakan di dalam aplikasi, database, middleware, interface, maupun layanan pihak ketiga. Tanpa pemahaman tersebut, sulit menentukan apa yang harus diprioritaskan ketika organisasi mulai bergerak menuju kesiapan untuk post-quantum.

Persiapan kemudian perlu diterjemahkan dalam roadmap bertahap, termasuk respons dan recovery. Dengan sumber daya yang terbatas, perusahaan tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan sekaligus, yang penting adalah mengetahui posisi saat ini dan menentukan perubahan berdasarkan tingkat risiko dan dampaknya terhadap bisnis.

Legacy System dan Tantangan Mengendalikan Biaya

Isu tersebut menjadi semakin relevan ketika perusahaan berhadapan dengan legacy system. Sistem yang telah digunakan selama bertahun-tahun sering kali langsung dianggap sebagai sumber risiko. Padahal, usia teknologi tidak secara otomatis menentukan tingkat keamanannya. Di tengah kebutuhan investasi untuk keamanan siber, AI, cloud dan transformasi digital, wholesale replacement juga dapat menjadi beban biaya dan waktu yang signifikan. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan modernisasi berdasarkan kebutuhan bisnis dan risiko, bukan semata-mata karena sistem yang digunakan tergolong lama.

BACA JUGA:  Rimini Street Umumkan Kesepakatan Baru Bersama Pemerintahan Australia

“Usia teknologi bukanlah ukuran keamanan. Yang lebih penting adalah apakah lingkungan tersebut benar-benar dipahami, didukung, dilindungi, dipantau, dan dapat dipulihkan ketika terjadi gangguan,” ujar Han.

Pendekatan ini membuka ruang untuk modernisasi secara selektif. Sistem yang masih memberikan nilai dapat dioptimalkan, sementara kapabilitas baru dapat ditambahkan melalui API, integrasi, automation, analytics, cloud dan AI. Komponen tertentu dapat diganti ketika memang memiliki risiko yang tidak dapat diterima atau sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan bisnis.

Konsep tersebut sejalan dengan Rimini Street Smart Path yang memungkinkan perusahaan mempertahankan sistem yang masih memberikan nilai, mengoptimalkan kapabilitas yang ada, serta melakukan replacement secara selektif berdasarkan kebutuhan bisnis dan risiko.

VIVERE Group menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut dapat diterapkan. Perusahaan tetap menjalankan SAP ECC 6 di atas IBM Db2 untuk mendukung operasi manufaktur dan distribusi berbasis proyek yang kritis. Dengan mempertahankan kontinuitas sistem yang masih memiliki nilai bisnis, sumber daya internal dapat lebih difokuskan pada agenda transformasi digital.

Sementara itu, Rimini Street ONE menempatkan protection dan observability sebagai bagian dari upaya memperkuat resilience lingkungan perusahaan. Pendekatan tersebut mencakup dukungan terhadap platform kritis, sekaligus mempertimbangkan keamanan, tata kelola, dan lapisan aplikasi ketika organisasi mulai memperkenalkan AI.

Pada akhirnya, kesiapan menghadapi post-quantum bukan sekadar persoalan teknologi baru. Ini merupakan persoalan bagaimana perusahaan memahami ekosistem digitalnya, menentukan apa yang paling penting, mengelola risiko berdasarkan dampak bisnis dan melakukan modernisasi secara berkelanjutan.

Tags: Rimini Street
Previous Post

Melalui Future Ready, XLSMART & Mitra Rekrut 850 Talenta Muda

Next Post

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Perkuat Transformasi Dorong Daya Saing Logistik Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Livin’ by Mandiri Terus Dikembangkan Layani Kebutuhan Pengguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Pesta Hadiah IMPoin, IM3 Tebar 2.026 Hadiah Termasuk Grand Prize Mobil Listrik BYD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadiri Asean Meeting, BSSN Dorong Penguatan Ketahanan Siber Kawasan Regional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto