ItWorks.id- Lima tahun setelah merger, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, terus memperkuat transformasi bisnis dan layanan kepelabuhanan. Integrasi empat entitas pelabuhan tidak hanya ditujukan untuk menyatukan organisasi, tetapi juga mendorong sinkronisasi proses bisnis, efisiensi, dan peningkatan kualitas layanan guna memperkuat daya saing logistik nasional.
Momentum lima tahun pascamerger tersebut diperingati Pelindo pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ditandai dengan upacara bendera di halaman Kantor Pelindo Regional 2, Kamis (1/10), sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan transformasi perusahaan sejak merger pada 2021.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar mengatakan, lima tahun pascamerger harus menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi dan streamlining di tubuh Pelindo. “Lima tahun pascamerger menjadi momentum bagi Pelindo untuk terus melakukan transformasi dan streamlining. Merger bukan sekadar menggabungkan perusahaan, tetapi harus menghasilkan sinkronisasi, sinergi, dan efisiensi yang memberikan manfaat bagi perusahaan, negara, dan kita semua,” ujar Achmad dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini.
Menurut dia, transformasi tersebut penting untuk memperkuat posisi Pelindo sebagai penghubung konektivitas nasional. Dengan ekosistem kepelabuhanan yang semakin terintegrasi, Pelindo dituntut mampu memberikan layanan yang mendukung kelancaran arus barang sekaligus aktivitas ekonomi nasional.
Transformasi dari integrasi menuju efisiensi
Merger Pelindo menjadi titik awal perubahan model pengelolaan kepelabuhanan nasional. Setelah lima tahun, tantangannya bukan lagi sekadar mengintegrasikan empat entitas, melainkan memastikan integrasi tersebut menghasilkan manfaat nyata dalam bentuk proses bisnis yang lebih efisien dan layanan yang semakin terhubung.
Transformasi diarahkan pada penyelarasan proses bisnis, penguatan kolaborasi, peningkatan efisiensi, serta pengembangan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Pelabuhan memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu simpul utama pergerakan barang, perdagangan, dan konektivitas antardaerah maupun internasional.
Dengan demikian, peningkatan efisiensi di pelabuhan tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berpotensi memperlancar rantai pasok dan mendukung aktivitas dunia usaha.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, perjalanan lima tahun pascamerger juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan transformasi membutuhkan kontribusi seluruh insan perusahaan.“Pelindo bukan hanya tempat kita bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan dan keberlangsungan hidup kita,” kata Yandri.
Dia menilai semangat kebersamaan perlu terus dijaga agar proses transformasi yang telah berjalan dapat memberikan manfaat yang lebih besar.“Karena itu, mari kita jaga dan kita sayangi Pelindo bersama-sama. Mari kita bangun Pelindo menjadi perusahaan yang semakin maju, kuat, dan mampu memberikan manfaat bagi kita semua serta bagi Indonesia,” ujarnya.
Tanjung Priok sebagai simpul logistik
Semangat transformasi tersebut salah satunya tercermin di Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Sebagai salah satu jalur utama logistik nasional, keberlangsungan operasional dan kualitas layanan di kawasan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus barang.
Kolaborasi antarelemen perusahaan menjadi salah satu kunci untuk memastikan layanan tetap berjalan sekaligus terus ditingkatkan. Dalam konteks tersebut, transformasi Pelindo tidak berhenti pada perubahan struktur organisasi pascamerger, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem layanan yang lebih terintegrasi.
Lima tahun pascamerger pun menjadi fase penting bagi Pelindo untuk memperkuat fondasi bisnis dan operasional. Ke depan, tantangannya adalah memastikan sinergi dan efisiensi yang dibangun dapat terus diterjemahkan menjadi layanan kepelabuhanan yang semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung kebutuhan rantai pasok nasional.
Bagi perekonomian Indonesia, penguatan layanan pelabuhan memiliki arti strategis. Semakin efisien konektivitas pelabuhan, semakin besar pula dukungannya terhadap kelancaran logistik dan aktivitas perdagangan.
Karena itu, perjalanan lima tahun pascamerger menjadi pijakan bagi Pelindo untuk melanjutkan transformasi bisnis dan layanan. Dengan fondasi integrasi yang semakin kuat, Pelindo dituntut terus berinovasi agar perannya sebagai penghubung Indonesia semakin mampu menggerakkan perekonomian dan memperkuat daya saing logistik nasional.














