ItWorks.id- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menginisiasi Bali Tech Week (BTW) 2026 sebagai langkah memperkuat ekosistem teknologi nasional, menarik investasi, dan mendorong Indonesia menciptakan nilai ekonomi digital yang lebih besar di dalam negeri.
Mengusung tema “Archipelago Ascending — Advance Together, Innovate Further”, BTW 2026 akan berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Ajang ini menargetkan 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari lebih dari 30 negara.
Penyelenggaraan BTW 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang terus berkembang. Dengan nilai gross merchandise value (GMV) sekitar US$99 miliar pada 2025, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$180 miliar pada 2030.Namun, besarnya potensi pasar tersebut masih perlu diimbangi dengan peningkatan investasi teknologi, penguatan inovasi, serta pengembangan kapabilitas teknologi nasional.
Karena itu, BTW dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, startup, investor, pengembang teknologi, dan pembuat kebijakan guna memperluas kolaborasi serta mempercepat penciptaan nilai ekonomi digital di Indonesia. “Bali Tech Week 2026 pada 19-23 Oktober 2026 digelar sebagai ajang untuk menarik investasi sekaligus memulihkan kepercayaan investor terhadap ekosistem digital Indonesia,” ungkap Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dalam jumpa pers (13/10/2026), di Jakarta.
Dikatakan, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi digital dengan nilai mencapai 99 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 14 persen. Potensi tersebut perlu diperkuat dengan membangun kepercayaan investor melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, perusahaan rintisan, dan komunitas teknologi. “Kita pahami bahwa kita tidak bisa membangun kepercayaan dari investor itu sendirian. Ini adalah kerja-kerja kolaboratif yang memerlukan banyak pihak,”ujarnya.
Berbeda dari konferensi teknologi yang berfokus pada satu sektor, BTW 2026 mengintegrasikan berbagai agenda strategis dalam satu platform. Sebanyak 13 kegiatan utama akan mengangkat isu startup, gim, kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur teknologi, kebijakan ekonomi digital, hingga investasi.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.
Penggabungan berbagai agenda tersebut diharapkan membuka ruang pertemuan yang lebih luas antara inovator, perusahaan teknologi, investor, dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, interaksi selama acara tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi kemitraan bisnis, investasi, dan pengembangan teknologi.
Perkuat daya saing teknologi nasional
Bagi Indonesia, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan pertumbuhan ekonomi digital, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Penguatan investasi, kapasitas inovasi, infrastruktur, serta talenta teknologi menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk dan layanan digital, tetapi juga mampu meningkatkan peran sebagai pengembang solusi teknologi dan pencipta nilai ekonomi.
Dalam konteks tersebut, BTW 2026 menjadi ruang untuk mempertegas arah pengembangan industri teknologi Indonesia sekaligus membangun kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan pasar domestik.
Kehadiran delegasi internasional juga membuka peluang bagi pelaku industri nasional untuk memperluas jejaring, mengakses pengetahuan dan teknologi, serta menjajaki kerja sama lintas negara.
Melalui BTW 2026, Komdigi mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai salah satu fondasi untuk membawa ekosistem digital Indonesia ke tahap berikutnya. Keberhasilan agenda ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana pertemuan, gagasan, dan jejaring yang terbentuk dapat diterjemahkan menjadi investasi nyata, inovasi yang berkelanjutan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan di dalam negeri.














