Jakarta, Itech- Kepala BPPT Unggul Priyanto membuka acara Raker BPPT 2018 bertema “Pencapaian Nawacita Melalui Inovasi dan Layanan Teknologi”.Dalam Nawa Cita yang menjadi acuan dalam pembangunan nasional, BPPT setidaknya berkontribusi dan dibebani target dalam pencapaia pada butir ke 1, 6 dan 7 dari 9 butir Nawa Cita.
“Sejalan meningkatnya peran dan kemampuan BPPT, penugasan dan tanggung jawab kepada BPPT dari Pemerintah juga makin banyak seperti; penugasan FS Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, peningkatan TKDN, pilot project garam industri, pengolahan emas bebas merkuri, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga PLTSampah,” ungkap Kepala BPPT di Jakarta, (31/1).
Dipaparkan Unggul, pada Nawacita ke-1 yaitu “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara”, BPPT dapat berperan dan berkontribusi dalam pengembangan industri pertahanan nasional dengan inovasi-inovasi yang dihasilkan seperti drone atau PUNA Wulung yang sudah diproduksi PTDI dan dimanfaatkan TNI AU, serta inovasi bidang Hankam lainnya.
Sedangkan pada Nawa Cita ke-6 yaitu ”meningkatkan produktfitas rakyat dan daya saing di pasar internasional”, BPPT dapat berperan dan berkontribusi dalam mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi produk yang berdaya saing seperti garam farmasi, material biocompatible untuk implan tulang serta pembangunan techno park seperti di Cimahi, Bantaeng, dan NSTP.
Disisi lain, pada Nawa Cita ke-7 yaitu “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor ekonomi strategis domestik”, BPPT dapat berperan dan berkontribusi dalam ketahan pangan dan ketahanan energi, kesehatan, konektvitas, kemaritiman dan penanggulangan bencana dan lainnya.
Menteri Kooordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa teknologi sangat berperan besar dalam peningkatan daya saing Indonesia. Untuk itu, Luhut meminta agar BPPT fokus dalam bidang teknologi untuk mendukung pembangunan bangsa. “Kita harus mensikapi kemajuan teknologi dengan baik. Untuk itu BPPT harus fokus dalam bidang teknologi, supaya Indonesia jangan jadi market dari negara lain. BPPT harus berkarya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah terus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Untuk itu BPPT harus lebih kritis dalam pembangunan nasional. (red)














