Jakarta, Itech- Saat ini hasil kajian dan inovasi teknologi yang berbasis kebutuhan pasar atau industri sangatlah penting yang pada akhirnya bisa dikomersialisasi atau digunakan oleh industri. Karenanya, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) terus berupaya agar peneliti dan perekayasa dalam melakukan riset tidak semata hanya mengandalkan kepuasan pribadi namun disesuaikan dengan keperluan industri.
“Dengan semakin banyak inovasi yang digunakan oleh industri, akan semakin banyak pula manfaatnya bagi masyarakat. Kini sudah saatnya menempatkan teknologi dan inovasi sebagai priorotas nasional,” kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri,dan Bioteknologi (TAB) Soni Solistia Wirawan, disela Gelaran Teknologi The 2nd Innovation of Bioeconomics On Agroindustrial And Biotechnology Programme berlangsung di Aula Gedung Pusat Inovasi Bisnis Teknologi, Puspiptek Serpong, (22/2).
Menurut Soni, inovasi teknogi yang dihasilkan BPPT sangat penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. “BPPT menjadi lembaga unggulan teknologi dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa,” tambahnya. Selain itu, BPPT juga mengajak industri untuk terus bekerjasama dengan menggunakan produk dan teknologi hasil riset BPPT yang inovatif yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.
Memang diakui, meski BPPT telah menghasilkan banyak produk teknologi, namun tidak sedikit yang belum terkomersialisasikan dengan baik. Padahal masyarakat serta dunia bisnis memerlukan banyak produk teknologi terutama untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. Untuk itu, dalam Gelar Teknologi ini juga ditampilkan 40 produk hasil-hasil pengembangan dan kajian teknologi kedeputian TAB bidang produksi pertanian, argoindustri, bioindutsri, farmasi dan medika, teknologi padi dan bioteknologi kepada dunia usaha dan masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan Soni, bahwa sudah saatnya menempatkan teknologi dan inovasi sebagai prioritas nasional guna memperkokoh sendi-sendi perekonomian nasional. Pangan dan Kesehatan merupakan bagian dari sektor fundamental yang perlu mendapat perhatian serius untuk menjamin pemenuhan kebutuhan primer masyarakat Indonesia.
“Melalui kegiatan ini juga terbangun komunikasi yang kritis positif terkait dengan pengembangan konsep, pengembangan dan aplikasi teknologi, kerjasama dan sinergi dalam kerekayasaan dan inovasi bidang pangan-pertanian dan kesehatan-obat,” tutur Sony yang sebelumnya menjabat Sekretaris Utama BPPT.
Diketahui, acara Gelar Teknologi ini dihadiri oleh 250 perekayasa/peneliti BPPT dan peneliti perwakilan institusi lain sebanyak 50 orang. Selain itu dalam gelar teknologi ini, tanggapan dan masukan disampaikan oleh Dr. Bayu Krisnamurthi dari IPB, perwakilan PT. Indofarma, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT, Kepala Pusyantek BPPT serta Kepala Unit Kerja di Lingkungan Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi-BPPT. (red/ju)














