Jakarta, Itech – Samsung resmi meluncurkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol.
Kedua smartphone flagship itu mengusung dua prosesor yang berbeda yaitu Snapdragon 845 dan Exynos 9810 dengan segmentasi pasar yang berbeda. Galaxy S9 dan S9+ dengan Snapdragon 845 akan menyasar pasar Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Sisanya, akan mendapatkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ dengan Exynos 9810.
“Samsung merancang Exynos untuk smartphone-nya di Asia karena sesuai dengan ekosistem, network, dan kebutuhan ekosistem network,” kata Annisa Maulina (Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia) di Jakarta.
Apalagi, performa yang ditawarkan oleh Exynos sesuai dengan jaringan yang ada di Indonesia. “(Alasannya) Lebih ke network infrastructure. Di Indonesia untuk performancenya dan engage sistem, OS Samsung lebih bagus (sesuai),” ujarnya.
Annisa mengatakan performa Snapdragon 845 dan Exynos 9810 tidak jauh berbeda dan pengguna masih akan merasakan performa Galaxy S9 dan S9+ yang sama meski chipset-nya berbeda.
Samsung akan memulai pre-order Galaxy S9 order mulai malam ini, atau tepatnya 27 Februari 2018, pukul 00.00 WIB. Konsumen di Indonesia bisa memilih tiga varian Galaxy S9. Samsung menyediakan Galaxy S9 dengan memori internal 64GB seharga Rp11,499 juta.
Sementara untuk Galaxy S9+, Samsung menyediakan varian dengan memori internal 64GB seharga Rp12,999 juta. Ada juga varian 256GB yang dibanderol seharga Rp14,499 juta. Pengambilan duo Galaxy S9 yang telah dipesan secara pre order akan berlangsung pada 15 Maret 2018.














