Jakarta, Itech- Transformasi digital bisnis dan implementasi teknologi informasi (TI) menjadi unsur penting dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar global, tak terkecuali bagi pelaku usaha oil & gas. Hal ini mendorong penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (“IPA Convex 2018) yang akan digelar pada 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta sengaja menghadirkan bahasan khusus tentang IT dalam Technology Session.
Solusi teknologi informasi memberikan wawasan berharga untuk mendukung transformasi digital yang dapat meningkatan kinerja dan daya saing perusahaan di kancah global. Penggunaan TI, bisa mengintegrasikan semua lini bisnis secara cepat dan tepat, sehingga bisa mendorong perusahaan mningkatkan efisiensi bisins yang akan berdampak pada keseluruhan usaha.
“Membangun solusi IT dalam sistem manajemen bisnis yang bisa memberikan nilai tambah dan daya saing perusahaan, sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Apalagi di era IoT (internet of thing) yang makin banyak diimplementasikan di berbagai kalangan dunia usaha. Karena itulah dalam (“IPA Convex 2018) ini, kami sengaja menghadirkan forum tersendiri yang akan membahas tren IT dalam Technology Session yang akan dikoordinasikan oleh Microsoft Indonesia,” ungkap Ketua Panitia atau Chairperson IPA Convex 2018, Novie Hernawati, dalam jumpa pers (12/4I, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Beberapa isu strategis bidang IT, akan dikupas dengan menghadirkan nara sumber dari kalangan pakar maupun pelaku usaha bidang IT. Di antaranya implementasi teknologi cloud cumputing, IoT dan lainya. Sesi yang membahas mengenai teknologi, atau disebut technology session menghadirkan empat topic, terkait teknologi informasi. Di antaranya , 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, serta 4) Technology for Decommissioning.
Presiden IPA Ronald Gunawan dalam kesempatan itu mengungkapkan, upaya meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para pemangku kepentingan di sektor ini. Hal ini menjadi salah satu yang mendorong Indonesian Petroleum Association (IPA) mengusung tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness” dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (“IPA Convex 2018). “Tema Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu ketatnya persaingan investasi migas secara global,” ujarnya.
Dia menambahkan, investasi migas di semua negara kini sedang sedang turun, terutama di negara-negara Asia Pasifik. Negara Asia Pasifik layaknya Indonesia juga mengalami tren penurunan. Hanya, beberapa negara saja yang mengalami perbaikan seperti Mexico, Brazil dan Mesir. “Dari persoalan itu, tujuan utama kita dalam kegiatan ini, seperti gathering masyarakat migas Indonesia, kita harapkan bisa diskusi sama-sama tentang masalah yang ada, kita bawa stakeholder diskusi pecahkan masalah ini,” tuturnya.
Menurutnya, industri migas memang secara penerimaan negara tidak besar, tapi secara multiplier efek memiliki dampak yang besar. Di mana dengan menaikkan investasi, membuat daya saing hulu migas menjadi bisa lebih kompetitif. “Bagaimana upaya menarik investasi di migas, kita (IPA) kumpulkan stakeholder. Kita harapkan investor punya duit mau datang ke Indonesia. Selain itu, kita pelaku untuk sama-sama bagaimana kita bikin policy yang ada buat menarik investor,” tuturnya.
Meski demikian, ia tetap optimistik terhadap peningkatan daya saing industri hulu migas Indonesia untuk menjadi lebih kreatif, inovatif serta berdaya saing. Dari acara IPA Convex tahun ini, diharapkan bisa memberikan banyak masukan bagi pelaku industri ini sebagai bekal menghadapi tantangan yang ada demi meningkatkan daya saing migas Indonesia di level global.
Pada IPA Convex 2018 akan terdapat tiga sesi Plenary dan satu sesi Special, yang akan menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri. Di mulai dari sesi pertama pada hari pertama, berjudul “Mapping Global Oil and Gas Investment Competitiveness”. Kemudian, sesi kedua di pagi hari mengambil topik berjudul “How Countries Maintain and Improve Their Global Oil and Gas Investment Competitiveness”, dan siang harinya, yaitu sesi ketiga berjudul “Aligning Policies to Achieve Indonesia’s Energy Plan”. Terakhir, di hari ketiga pagi harinya terdapat sesi special yang mengambil judul “Improving Indonesia’s Gas Business from Upstream to Downstream”.
Sementara untuk menggambarkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari industri migas, lanjutnya, akan terdapat dialog antara para tokoh masyarakat dari daerah penghasil migas yang merasakan dampak positif dari keberadaan industri migas dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada acara pembukaan IPA Convex 2018.
Panitia IPA Convex 2018 sangat berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir dan berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, serta sekaligus membuka secara resmi IPA Convex 2018, Rabu (2/5). Kehadiran Presiden Joko Widodo diyakini dapat mempertegas komitmen Pemerintah Indonesia sebagai salah satu seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kembali daya saing sektor hulu migas Indonesia. (Red-AC)














