VMware Inc, perusahaan penyedia solusi virtualisasi dan komputasi awan mengungkapkan banyak manfaat yang bisa didapatkan perusahaan jika mengadopsi solusi virtualisasi. Perusahaan dapat mengurangi belanja modal dan operasional, meminimalkan setiap potensi kehilangan pendapatan yang berhubungan dengan downtime, pemadaman dan kegagalan, memungkinkan tenaga kerja pindah dari tugas-tugas rutin ke proyek-proyek strategis dan menambah nilai ke bisnis.
“Virtualisasi adalah fondasi transformasi pusat data dan evolusi komputasi awan,” kata Wakil Presiden Senior dan General Manager, VMware Asia-Pasifik dan Jepang, Andrew Dutton dalam siaran pers yang diterima redaksi ITECHMagz.com, Senin (30/9).
Dutton mengungkapkan negara-negara maju yang telah mengadopsi solusi virtualisasi seperti Australia, Jepang dan Singapura memperoleh keuntungan USD 8 miliar karena penghematan biaya yang dilakukan.
Dilanjutkan untuk negara-negara maju itu, penghematan utama mencakup biaya operasional server yang menyumbang hampir setengah 47 persen dari pengeluaran.
Kemudian bagaimana nasib negara-negara berkembang seperti Indonesia. VMware melihat layanan virtualisasi akan memberikan penghematan dana operasional hingga USD 15 miliar untuk pasar negara berkembang seperti Republik Rakyat Cina (RRC), India, Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Country Manager, VMware Indonesia, Andreas Kagawa, mengatakan, Virtualisasi telah berkembang menjadi sumber keuntungan kompetitif di bisnis saat ini. Faktanya, pelaku bisnis melihat virtualisasi sebagai bagian tak terpisahkan strategi perusahaan dan TI mereka.
Virtualisasi terbukti menjadi pendekatan yang optimum karena menawarkan kelincahan bisnis dan menyederhanakan operasional secara dramatis, sambungnya. (endy)














