Jakarta, Itech- Piala Dunia FIFA, menjadi magnet besar yang mampu menyedot banyak kalangan untuk menyaksikan langusng perhelatan ini serta berbagi pengalaman mereka di media social melalui jaringan internet. Tapi waspada, berdasarkan penelitian Kaspersky Lab, sebanyak 20% lebih titik Wi-Fi publik di kota-kota penyelenggara FIFA World Cup 2018, tidak menggunakan enkripsi lalu-lintas data yang dapat bisa menimbulkan risiko keamanan bagi penggemar sepak bola yang berkunjung ke kota tersebut.
Perhelatan global seperti Piala Dunia FIFA menjadi ajang bagi penggemar bola untuk dapat membagikan pengalaman mereka di media sosial, upload post dan berinteraksi online dengan para orang yang dicintai melalui jaringan Wi-Fi. Bahkan mungkin pada saat yang sama, juga digunakan untuk mentransfer informasi keuangan dan informasi berharga lainnya di internet yang tersedia melalui public Wi-fi yang disediakan.
Padahal jaringan yang disediakan ternyata juga rawan dari ancaman kejahatan cyber. Hasil penelitian Kaspersky Lab, yang dirilis baru-baru ini menemukan, sebanyak 7.176 dari sekitar 32.000 jaringan Wi-Fi publik di kota-kota penyelenggara FIFA World Cup 2018, tidak menggunakan enkripsi lalu-lintas data yang bisa menimbulkan ancaman keamanan bagi penggunanya. Bahkan informasi ini dapat dicegat oleh pihak ketiga – tidak harus para pelaku kejahatan siber – untuk disalahgunakan. Karena itu, penguna disarankan untuk berhati-hati melindungi data pribadi mereka, khususnya saat menggunakan koneksi public Wi-Fi di area sekitar penyelenggaraan pertandingan piala dunia FIFA ini.
Temuan Kaspersky Lab didasarkan pada analisa titik Wi-Fi publik di 11 kota penyelenggara Piala Dunia FIFA 2018, termasuk Saransk, Samara, Nizhny Novgorod, Kazan, Volgograd, Moskow, Ekaterinburg, Sochi, Rostov, Kaliningrad, dan Saint Petersburg. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak semua titik akses nirkabel memiliki enkripsi dan algoritme otentifikasi yang menjadi aspek penting untuk jaringan Wi-Fi agar tetap aman. Risiko terbesarnya adalah para peretas dapat mencegat lalu-lintas jaringan dan mendapatkan informasi rahasia dari pengguna yang tidak mawas akan keamanan berInternet hanya dengan berada di dekat titik area akses nirkabel.
Tiga kota dengan persentase tertinggi jaringan Wi-Fi yang tidak aman adalah Saint Petersburg (37%), Kaliningrad (35%), dan Rostov (32%). Sebaliknya, tempat yang paling aman adalah kota yang relatif kecil – termasuk Saransk (hanya 10% dari titik Wi-Fi publik), dan Samara (17% dari titik Wi-Fi publik). Hampir dua pertiga dari semua jaringan Wi-Fi publik di lokasi ini menggunakan protokol Wi-Fi Protected Access (WPA / WPA2) untuk enkripsi lalu-lintas data, protokol yang dianggap sebagai salah satu yang paling aman untuk penggunaan Wi-Fi. (Red-AC)














