Jakarta, Itech- Treya, sebagai online marketplace untuk open trip menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri dan Wardah Beauty, mengajak masyarakat Indonesia untuk berlibur di obyek-obyek wiata Tanah Air dengan menghadirkan program “See The Unseen of Indonesia.
Tak dapat dipungkiri, kehadiran teknologi Internet dan media sosial kini memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, termasuk informasi mengenai obyek wisata dalam negeri yang mungkin sebelumnya belum banyak diketahui masyarakat luas. Sejalan dengan fenomena ini, Treya hadir sebagai sebuah startup lokal memfokuskan diri pada bidang pariwisata Indonesia. Dalam hal ini, Treya menjadi online marketplace untuk “open trip” di Indonesia, di mana para Trip Organizer (TO) dan para traveler dapat ‘bertemu’melalui Internet.
Untuk menyemarakan kunjungan wisata dalam negeri, Treya kali ini menghadirkan program “See The Unseen of Indonesia. Melalui program ini, masyarakat atau wisatawan diajak berwisata dalam negeri, terutama berlibur ke destinasi yang berbeda pada Agustus 2018 mendatang dengan harga khusus, bersama 4 travel influencer. Keempat travel influencer tersebut adalah Annisa Malati (@annisamalati), seorang host/presenter di dunia traveling, Asoka Remadja (@asokaremadja), travel enthusiast dengan sejuta pengalaman traveling seputar Indonesia, Shaza Belladona (@shaza.belladona), salah satu finalis Puteri Muslimah Indonesia (Top 10) di tahun 2017 yang juga sempat menjadi host di salah satu TV swasta, dan Schode Ilham (@schode_), seorang travel blogger yang hobinya mengelilingi Indonesia.
“Menurut laporan Kementrian Pariwisata,devisa dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2017 mencapai US$ 16,8 miliar dari total 17 juta wisatawan mancanegara, tetapi masih jauh dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Data-data inilah yang mendorong kami untuk ikut mendukung pariwisata Indonesia melalui Treya,”ujar kata Arie Nasution di acara peresmian program “See the Unseen of Indonesia, (17/7), di Jakarta.
Dengan sistem open trip, perusahaannya ingin mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menariknya destinasi liburan di tanah air, tanpa harus memakan biaya banyak. Dikatakan, meskipun Open Trip semakin menjadi tren di kalangan masyarakat, namun mereka masih memiliki kesulitan dalam memilih dan membandingkan TO yang sesuai, baik dari segi harga, waktu, maupun destinasi wisatanya.
“Karena itu, Treya hadir untuk memberikan berbagai pilihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing. Kami telah bermitra dengan banyak TO, di mana setiap paket open trip yang mitra kami tawarkan ditampilkan secara detil di situs kami, yang tentunya dengan desain yang sangat user friendly. Dengan ini, kami berharap para traveler dapat dengan mudah memilih perjalanan wisata yang sesuai dengan keinginan mereka. Para traveler dapat membandingkan berbagai harga dan juga jadwal keberangkatan open trip dari berbagai TO melalui satu situs saja, yaitu TREYA,” ujar Arie.
Hiramsyah Thaib, Perwakilan dari Kementrian Pariwisata dan Ketua Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, yang turut hadir dalam acara ini, menyatakan pihaknya menyambut baik adanya program ini, di mana layanan open trip juga makin diminati masyarakat. Sehingga hal ini diharapkan bisa terus mendorong pertubuhan bisnis wisata dalam negeri.
“Saya menyambut baik program ini, di mana yang namanya kolaborasi ke depan ini sangat penting, termasuk antara pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, media-media, dan juga masyarakat demi kemajuan industri pariwisata local,” tandasnya. (AC-Red)














