Grab akan menginvestasikan US$ 250 juta untuk startup di Indonesia selama tiga tahun ke depan melalui Grab Ventures yang baru diluncurkan, sebagai langkah Grab yang bergerak naik secara agresif untuk memperkuat posisinya di Indonesia sebagai ekonomi terbesar Asia Tenggara.
Grab, perusahaan yang berbasis di Singapura, telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$ 2 miliar dalam beberapa bulan terakhir dan juga telah meluncurkan Grab Ventures untuk mengembangkan teknologi startup di sektor-sektor di luar bisnis ride-hailing untuk bersaing dengan Go-Jek, perusahaan asli Indonesia, memperebutkan dominasi di regional Asia Tenggara.
“Kami mencari startup yang memiliki seri A dan B, yang dapat kami integrasikan ke dalam ekosistem kami,” kata Ridzki Kramadibrata, managing director Grab untuk Indonesia, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Grab, yang didukung oleh perusahaan besar asal China, Didi Chuxing dan SoftBank Group Corp asal Jepang, telah mulai mencari startup dan akan memulai putaran pembiayaan di akhir tahun ini, tambahnya.
Grab tertarik pada startup yang memberikan layanan di bidang healthcare, pengiriman makanan dan grosir juga startup yang memfasilitasi pembayaran digital dan otomatisasi proses, tambahnya.
Baca juga: Grab vs Go-Jek, Siapakah yang Paling Mahal Pasca kenaikan Tarif?
Saingan Grab, Go-Jek telah berevolusi dari layanan ride-hailing saja ke “one-stop application” yang memungkinkan kliennya di Indonesia untuk melakukan pembayaran online dan memesan semuanya mulai dari makanan, belanjaan hingga pijat. Sekarang Go-Jek telah memperluas kehadirannya di Asia Tenggara, ke Vietnam, Thailand, Filipina dan Singapura.
Kramadibrata mengatakan Grab saat ini adalah pemain papan atas di Indonesia dan dia yakin perusahaan yang dipimpinnya akan mampu mempertahankan keunggulannya. Grab bernilai sekitar US$ 11 miliar, menurut sejumlah sumber.
“Kami menguasai 65 persen pasar ride hailing (Indonesia), berdasarkan total penumpang Grab (ride hailing) dan transaksi,” kata Kramadibrata. “Dan itu tidak akan berhenti di situ, pangsa pasar kami terus meningkat.”
Menurutnya, Grab memegang pangsa pasar mayoritas di 137 kota di Indonesia, dibandingkan dengan Go-Jek yang hanya sekitar 50.
Kramadibrata mengatakan dia mendasarkan perkiraannya pada data internal dan pihak ketiga yang dia tolak untuk ungkapkan.
CEO-nya, Nadiem Makarim, mengatakan kepada Reuters bulan ini bahwa aplikasi perusahaannya adalah pemimpin pasar di Indonesia, memproses lebih dari 100 juta transaksi untuk 20-25 juta pengguna bulanan.
Namun, dia tidak menyebutkan berapa banyak dari transaksi itu hanya untuk layanan penumpang (ride hailing).
Baca juga: Mirip Sumpah Palapa, Go-Jek Kini Sudah Merajut Nusantara
Layanan ride hailing di Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 20,1 miliar dalam gross merchandise value pada tahun 2025 dari $ 5,1 miliar pada tahun 2017, menurut laporan Google-Temasek.
Sumber: Reuters.com














