ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Penyebab Persaingan Ponsel Murah Makin Ketat Tahun ini

adam
8 February 2019 | 13:00
rubrik: Research
IDC: Belanja TI Tahun 2020 Diperkirakan Turun 2,7 Persen

IDC: Belanja TI Tahun 2020 Diperkirakan Turun 2,7 Persen

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini pabrikan ponsel di Indonesia ramai-ramai membuat sub-brand yang fokus menjual ponsel murah seperti Xiaomi membuat Redmi dan Pocophone, Huawei dengan Honor dan Oppo dengan Realme.

Analis pasar IDC Indonesia, Rizky Febrian mengatakan vendor yang memiliki sub-brand tersebut ingin masuk ke segmen pasar tertentu tanpa perlu membawa citra dari merk induk.

“Ingin mengubah image secara total dan ingin menciptakan sesuatu yang berbeda,” kata Rizky.

Merk baru sengaja dibuat sama sekali berbeda agar produk-produknya dapat keluar dari citra merk induk, seperti yang terjadi dengan Realme yang menargetkan segmen menengah ke bawah dan Oppo untuk ponsel kelas menengah hingga premium.

Resikonya, strategi itu memiliki kemungkinan untuk mematikan merk induk jika produk-produk yang dihadirkan bersinggungan, bisa dari harga atau segmen kelas yang ditargetkan.

Namun, ketika disinggung apakah fenomena sub-brand kelas low end seperti ini dapat mematikan vendor lokal. Rizky mengatakan vendor lokal yang memiliki sumber daya besar, seperti Advan dan Evercoss, tidak akan langsung keluar dari pasar meski pun persaingan di segmen ponsel murah semakin ketat.

Meski Pasar Ponsel Lesu, Pengguna Mulai Doyan Beli Ponsel Mahal

Meski pasar smartphone seluruh segmen cenderung lesu (minus dua persen), penjualan smartphone premium justru berbanding terbalik dengan kondisi ini. Pasar smartphone kelas atas itu malah tumbuh sebesar 18 persen dari akhir tahun 2018 lalu.

Angka tersebut diperoleh dari hasil penelitian lembaga riset Counterpoint. Riset yang dilakukan sepanjang 2018 itu memperlihatkan bahwa smartphone premium dengan harga di atas 400 dollar AS (sekitar Rp 5,6 juta) mengalami peningkatan yang paling tinggi.

Pertumbuhan ini dipimpin oleh produk-produk Apple. Perusahaan besutan Steve Jobs ini juga memimpin angka pertumbuhan pada segmen harga di atas 800 dollar AS (di atas Rp 11 juta).

BACA JUGA:  Indonesia Pengguna Aplikasi E-Commerce Android Terbesar Ketiga di Dunia

Selama periode penelitian, Apple berhasil meraih total 51 persen dari pasar smartphone premium dengan kisaran harga di atas 400 dollar AS. Kemudian Samsung membuntuti di belakangnya dengan 22 persen kemudian Huawei dengan 10 persen.

Khusus untuk Huawei, angka pertumbuhan tersebut dipicu oleh kesuksesan P20 dan Mate 20 yang berhasil menarik minat para pembeli. Sementara pasar smartphone dengan harga di atas 800 dollar AS menjadi segmen dengan pertumbuhan yang paling cepat.

Apple memimpin segmen harga smartphone ultra-premium ini dengan angka 80 persen seperti dikutip GSM Arena.

Hasil penelitian Counterpoint juga menunjukkan bahwa smartphone dengan kisaran harga mulai dari 400 dollar AS hingga 600 dollar AS menjadi segmen dengan volume penjualan paling besar.

Apple juga masih meraih angka penjualan yang cukup besar namun OnePlus menjadi brand yang memimpin pada segmen ini. Brand asal China ini tercatat mendapat permintaan yang cukup besar di pasar India.

Hasil penelitian Counterpoint ini memperlihatkan bahwa konsumen ternyata mau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli sebuah smartphone di tahun 2018. Bukan tanpa sebab, melainkan agar ponsel yang dibeli bisa berusia lebih panjang ketimbang membeli smartphone kelas menengah maupun bawah.

Selain itu, kesimpulan dari penelitian Counterpoint ini juga mengatakan bahwa pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan kedatangan teknologi 5G, ponsel layar tekuk serta meningkatnya produksi ponsel premium dengan harga lebih terjangkau.

Tags: IDC IndonesiaPonsel
Previous Post

Begini Cara Gunakan Fitur Kunci Wajah dan Sidik Jari di WhatsApp

Next Post

Hanya meng-klik dan menerima kebijakan privasi tanpa membacanya – itu kesalahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto