Google telah melarang pembuat ponsel Huawei untuk mendapat beberapa pembaruan pada sistem operasi Android, sehingga memberikan pukulan bagi perusahaan Cina itu.
Smartphone Huawei yang baru juga akan kehilangan akses ke aplikasi Google yang populer.
Langkah ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memasukankan Huawei ke daftar perusahaan yang tidak boleh melakukan perdagangan dengan perusahaan Amerika kecuali mereka memiliki lisensi.
Baca: Intelijen AS: Huawei didanai oleh badan keamanan negara Cina
Dalam sebuah pernyataan, Google mengatakan “mematuhi perintah dan meninjau implikasinya” kebijakan pemerintah AS itu.
Sementara, Huawei menolak berkomentar.
Apa artinya ini bagi pengguna Huawei?
Huawei tidak akan lagi mendapatkan pembaruan keamanan Google dan dukungan teknis, dan semua perangkat baru Huawei tidak akan lagi memiliki aplikasi seperti YouTube dan Maps.
Pengguna smartphone Huawei saat ini, masih akan dapat memperbarui aplikasi dan melakukan perbaikan keamanan, serta memperbarui layanan Google Play. Tetapi jika Google merilis versi baru Android, Huawei tidak akan dapat menawarkan pembaruan pada ponselnya.
Huawei masih dapat menggunakan versi sistem operasi Android yang tersedia melalui lisensi open source.
Ben Wood, dari konsultan CCS Insight, mengatakan langkah Google akan memiliki “implikasi besar bagi bisnis konsumen Huawei”.
Apa yang bisa Huawei lakukan tentang ini?
Rabu lalu (15/5), administrasi Trump menambahkan Huawei ke “daftar entitas” yang melarang perusahaan memperoleh teknologi dari perusahaan-perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.
Dalam komentar pertamanya sejak ditempatkan dalam daftar itu, kepala eksekutif Huawei Ren Zhengfei mengatakan kepada media Jepang pada hari Sabtu (18/5): “Kami sudah mempersiapkan ini.”
Dia mengatakan Huawei, yang membeli komponen senilai sekitar US$ 67 miliar (£ 52,6 miliar) setiap tahun menurut surat kabar bisnis Nikkei, akan terus maju dengan mengembangkan bagian-bagiannya sendiri.
Huawei menghadapi serangan balasan yang tumbuh dari negara-negara Barat, yang dipimpin oleh AS, atas kemungkinan risiko yang ditimbulkan dengan menggunakan produk-produknya di jaringan seluler 5G generasi mendatang.
Beberapa negara telah menyuarakan kekhawatiran bahwa peralatan Huawei dapat digunakan oleh Cina untuk pengawasan, tuduhan itu telah ditolak dengan keras oleh HUawei.
Huawei mengatakan pekerjaannya tidak menimbulkan ancaman dan independen dari pemerintah Tiongkok.
Namun, beberapa negara telah memblokir perusahaan telekomunikasinya untuk menggunakan produk Huawei di jaringan seluler 5G.
Sejauh ini Inggris telah menahan diri dari mengeluarkan larangan resmi.
“Huawei telah bekerja keras untuk mengembangkan Galeri Aplikasi dan aset perangkat lunak lainnya dengan cara yang mirip dengan kerja mereka pada solusi chipset. Ini adalah bagian dari keinginannya untuk mengendalikan nasibnya sendiri,” kata Wood.
Sumber: BBC.com














