Pemakaian teknologi di berbagai bidang termasuk kesehatan dapat mempermudah dan menjangkau efisiensi yang lebih baik. Salah satu teknologi yang mulai diterapkan di Indonesia yaitu dengan menggunakan E-Medical Record.
Biasanya, medical record atau rekam medis pasien berbentuk seperti file dari tumpukkan kertas. Hal ini tentu membuat banyaknya kertas yang digunakan serta tulisan tangan dengan terkadang sulit dipahami.
Untuk itu, Indonesia mulai menerapkan pemakaian electronic medical record sebagai konsep pelayanan kesehatan terbaru. Di mana konsep digital perlu diterapkan di berbagai rumah sakit di Indonesia.
Baca: Berkat Digitalisasi, 90 Persen Permasalahan BPJS Kesehatan Selesai di Aplikasi
“Rumah sakit harus ada layanan kesehatan berbasis industri 4.0. Rumah sakit BUMN semuanya harus menjadi trendsetter untuk rumah sakit lainnya yang akan gunakan konsep digital untuk pelayanannya,” ujar Head of PT. Pertamedika – IHC, dr. Fathema Djan Rachmat Sp. B, Sp BKTV (K) dalam acara JIMCA di Hotel Mulia, (23/7).
Fathema menegaskan bahwa seluruh RS BUMN sudah menerapkan konsep digital tersebut. Salah satu rumah sakit yang sudah menerapkannya secara maksimal yaitu RS Pelni Jakarta.
“78 Rumah Sakit sudah gunakan E-Medical Record. Paling intregrated yaitu RS Pelni. RS lainnya memang belum maksimal tapi sudah mulai paperless,” tegasnya.
Baca: Indonesia dan Jepang Kembali Berkolaborasi dalam Seminar Medis Oleh JIMCA
Fathema menargetkan dalam 5 tahun mendatang seluruh rumah sakit di Indonesia harus memiliki konsep digital ini. Adapun konsep digital ini memerlukan teknologi yang canggih disertai dengan pengetahuan yang lebih memadai.
“Untuk bisa mencapai target tersebut, kita kolaborasi mengadakan seminar medis yang diselenggarakan oleh Japan-Indonesia Medical Collaboration Association (JIMCA). Karena teknologi canggih harus disertai dengan pengetahuan sumber daya manusia yang lebih baik,” katanya.














