ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: Penerapan AI pada Industri Keuangan Dapat Meningkatkan Daya Saing

Teguh Imam Suyudi
8 October 2019 | 09:00
rubrik: Research
Laporan Microsoft: Tingkat Kasus Malware di Indonesia Tertinggi di Asia Pasifik

Laporan Microsoft: Tingkat Kasus Malware di Indonesia Tertinggi di Asia Pasifik

Share on FacebookShare on Twitter

Studi yang diluncurkan oleh Microsoft, Future Ready Business: Assessing Asia-Pacific’s Growth with AI, mengemukakan bahwa organisasi yang mengimplementasikan AI diprediksi dapat meningkatkan daya saingnya sebesar 41% dalam tiga tahun mendatang.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (52%) pelaku industri keuangan di Asia Pasifik telah memulai perjalanan AI mereka. Angka ini lebih tinggi dari jumlah rata-rata Asia-Pasifik, yang berjumlah 41%, menandakan bahwa sektor ini selangkah lebih maju dari sektor lainnya di wilayah yang sama.

Dalam siaran per ke media, (8/10), Haris Izmee, Presiden Direktur, Microsoft Indonesia mengungkapkan, “Ekonomi digital telah menghasilkan tuntutan bagi organisasi untuk mengubah diri agar tetap relevan bagi pelanggan. Di Indonesia kita melihat adanya pemain baru, terutama layanan non-perbankan dalam industri keuangan yang mampu menjangkau pelanggan melalui layanan berbasis teknologi.

Disrupsi ini mengharuskan pemain lama untuk tetap relevan, termasuk mengubah strategi mereka. Untuk melakukan hal tersebut, terdapat tiga kunci utama – pemanfaatan data dan AI untuk operasional mereka, membangun dan menjaga kepercayaan dengan pelanggan, serta kolaborasi untuk mendorong inovasi.”

Organisasi di industri keuangan yang telah memulai perjalanan AI mereka melihat peningkatan dalam beberapa area seperti Keterlibatan Pelanggan, Daya Saing, Inovasi, Margin, Inteligensi Bisnis, dengan rentang peningkatan antara 17% hingga 26%. Pada 2021, peningkatan di area tersebut diprediksi mencapai 35% hingga 45%, dengan lompatan terbesar pada Margin (yang diperkirakan meningkat sekitar 2,1x).

Haris menambahkan “Di Australia, Moula, sebuah perusahaan rintisan menerapkan AI untuk layanan pengambilan keputusan kredit secara real-time dan memanfaatkan Azure AI dan machine learning yang mampu memprediksi probabilitas pengembalian kredit untuk mencegah kredit macet. Kami melihat adanya potensi penerapan hal yang sama di Indonesia. Di Indonesia, penerapan AI dapat dilakukan pada perusahaan rintisan yang bergerak di bidang keuangan, seperti tekfin yang menyediakan pinjaman produktif secara online pada masyarakat, terutama pelaku bisnis kecil menengah.”

BACA JUGA:  Gaet MOONTON Games, Samsung Gelar Turnamen MLBB Campus Series Pertama

Baca: ViBiCloud Raih Gelar Indonesia Partner of the Year 2019 dari Microsoft

Industri keuangan perlu membangun Kapabilitas, Infrastruktur, Strategi dan Budaya

Memasuki era disruptif, digitalisasi menjadi tak terelekkan di segala industri termasuk Industri keuangan yang digunakan dalam keseharian masyarakat. Teknologi membantu para pemain industri untuk melayani pelanggan mereka secara lebih baik melalui ketersediaan layanan berbasis teknologi yang memenuhi kebutuhan masyarakat mobile-first. Selain itu, tenaga yang terampil juga dibutuhkan untuk dapat memaksimalkan penerapan AI.

Temuan studi juga mengemukakan hal yang sama. Sembilan dari sepuluh pemimpin bisnis dari industri keuangan setuju bahwa AI adalah instrumen penting bagi daya saing industri. Meskipun begitu, tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pelaku industri keuangan mencakup kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang terampil, sumber dan program pembelajaran, serta kepemimpinan dan perangkat analisis yang kurang memadai.

“Perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memaksimalkan kemampuan AI untuk mempercepat perjalanan transformasi mereka. Sering kali, mereka terhalang berbagai tantangan dalam infrastruktur, keterampilan, dan budaya yang ada. Oleh sebab itu kita harus melihat penggunaan dan pengembangan AI dari perspektif yang lebih menyeluruh”, ujar Victor Lim, Vice President, Consulting Operations, IDC Asia/Pacific.

Ada enam dimensi yang berkontribusi terhadap kesiapan industri keuangan untuk menerapkan AI, termasuk Strategi, Investasi, Budaya, Kapabilitas, Infrastruktur, dan Data. Kendati organisasi di industri keuangan telah memimpin dalam seluruh dimensi di kawasan Asia-Pasifik, mereka masih tertinggal dalam hal pemimpin yang paham pentingnya AI dalam area seperti Kapabilitas, Infrastruktur, Strategi, dan Budaya.

Transformasi budaya perusahaan dan kepemimpinan yang mendorong penerapan AI di Industri Keuangan secara menyeluruh

“Untuk mendorong transformasi, perusahaan harus dapat menerapkan AI secara lebih masif. Para pemimpin bisnis tidak hanya membutuhkan data dan persyaratan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan visi yang dapat mendorong terciptanya budaya belajar yang berkelanjutan, dalam memberdayakan staf di seluruh tingkatan agar dapat memanfaatkan potensi AI,” kata Lim.

BACA JUGA:  Perusahaan Kawasan APAC Semakin Andalkan SOC Outsourcing

Saat ini, mayoritas organisasi di industri keuangan telah menciptakan satu tampilan pelanggan untuk mendorong efisiensi operasional dengan tujuan memberikan layanan yang lebih personal. Meskipun begitu, kurang dari 20% pelaku industri keuangan yang telah mengintegrasikan data operasional mereka, menandakan bahwa operasional data masih berpusat pada satu divisi, bukan lintas divisi. Tata kelola data yang saling terhubung lintas divisi membuka sumber pendapatan baru dalam jangka waktu yang panjang.

“Penerapan teknologi pada perusahaan akan meningkatkan daya saing di era digital. Namun untuk mencapai transformasi digital yang menyeluruh, diperlukan tenaga kerja terampil serta budaya perusahaan yang mendorong implementasi AI menjadi lebih masif,” kata Haris.

“Selain dari peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang bagi karyawan, para pimpinan harus memiliki pola pikir untuk selalu mau belajar agar siap menghadapi perubahan yang cepat yang dibawa oleh transformasi digital,” tutup Haris.

Tags: AIMicrosoft
Previous Post

Sukseskan Program Langit Biru, BSN dan Pemprov Jateng Gelar E-Bike Ride

Next Post

Telkomsel Buka Lowongan Kerja Terbaru, Siapa Berminat?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TECNO SPARK Go 1, Smartphone Entry-Level dengan Durabilitas Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oppo Rilis Dua Smartphone A Series Terbaru di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto