PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) berdiri tahun 2012 dan hingga tahun 2019 ini telah beroperasi di 4 pelabuhan yaitu, Palembang, Panjang, Pontianak dan Tanjung Priok.
Pemegang saham EPI adalah Indonesian Port Corporation (IPC) dengan saham 55 persen, sementara 45 persen lagi dikuasai oleh PT Haleyora Power yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero).
Selain sebagai penyedia ketenagalistrikan di dalam pelabuhan, bidang usaha EPI juga memberikan layanan sebagai kontraktor dan konsultan pada bidang kelistrikan.
Untuk memberikan layanan yang handal serta prima kepada seluruh tenant di dalam pelabuhan, maka seluruh pelayanan yang diberikan EPI telah terintegrasi berbasiskan keunggulan teknologi informasi (TI).
EPI telah melakukan inovasi di bidang TI dengan menciptakan dan membangun berbagai aplikasi sendiri sehingga memberikan kemudahan dalam pengoperasian serta pengontrolannya.
Salah satunya adalah Smart Grid, sebuah aplikasi smart dan inovatif dalam melakukan monitoring dan controlling jaringan listrik dalam rangka meningkatkan keandalan dan kecepatan dalam pemulihan daya gangguan pada jaringan tenaga listrik 20 kV (kilo volt). Dengan mengunakan aplikasi ini, seluruh jaringan dapat terpantau dan terbaca langsung dalam pantauan monitor. Jika daya turun atau berlebih dapat langsung dilakukan pengontrolan dan pengaturan langsung dari monitor di control room yang sudah terkoneksi dengan seluruh jaringan dan seketika pula permasalahannya langsung tertangani.
Hasil inovasi aplikasi lain yang telah dibangun seperti, ap2epi, aplikasi pelayanan pelangan, AMY, aplikasi managemen yantek (pelayanan teknis), AMR, automatic meter reading, SEOS, Aplikasi survey entri on site, ABK, aplikasi belanja kontraktor, serta aplikasi Aman Resiko.
Dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2019 yang diselenggarakan majalah It Works, di Jakarta, Rabu, 9/10/2019, Manager Niaga & Managemen Resiko EPI, Mulyono menegaskan bahwa PT EPI ini merupakan perusahaan yang sangat inovatif serta sangat efisien dalam melakukan operasional bisnisnya.
“Dalam mengelola bisnis energi di kawasan pelabuhan ini diperlukan kecepatan, ketepatan dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada pelangan kami. Tentunya dengan aplikasi TI ini memberikan jawaban tepat sekali dalam operasionalnya. Apalagi IPC juga akan menjadikan perusahaan terdepan dalam mengunakan TI yang terintegrasi pada seluruh operasionalnya pada tahun 2020 nanti. Kami sebagai bagian dari IPC harus pula membangun IT ini dengan baik,” jelas Mulyono.
Penulis: Albarsyah














