Apakah masalah terbesar di semua rumah sakit? Ternyata, lamanya jeda atau waktu tunggu pasien untuk mendapatkan layanan. Mengutip sebuah hasil survey layanan rumah sakit di Malaysia, seorang pasien menghabiskan total waktu antara 2-5 jam untuk mendapatkan layanan mulai dari antri nomor, mendapat dokter dan ruangan, menunggu di depan ruang dokter, konsultasi dengan dokter, dan terakhir mendapat obat.
Tapi, jeda atau waktu tunggu itu juga dialami oleh aliran staf klinis dan pegawai rumah sakit; aliran obat, alat kesehatan dan bahan habis pakai; dan aliran teknologi, rekam medis dan informasi.
Hal serupa juga pernah dialami oleh RS Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC).
“Kondisi seperti itu tentu menimbulkan banyak masalah bagi pasien dan rumah sakit. Sebagai solusinya kami meluncurkan IHC Mobile pada bulan Mei 2019,” kata Wiwiek W, Kepala TI & TE Pertamedika IHC saat sesi Presentasi dan Wawancara Top Digital Awards 2019 di Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.
IHC Mobile adalah platform perjanjian online (rawat jalan) untuk sekitar 100 rumah sakit di bawah Pertamedika IHC. Aplikasi IHC Mobile bisa diunduh untuk di Android dan iOS. Ekosistemnya meliputi IHC Mobile untuk pasien, IHC Dashboard untuk manajemen jadwal dan reservasi, IHC Kiosk untuk pasien melakukan registrasi mandiri, IHC Doctor untuk dokter. Dan yang akan segera diluncurkan adalah IHC Directory berupa web yang memuat profil rumah sakit dan melakukan reservasi tanpa harus install aplikasi.
Dengan aplikasi ini maka pasien yang datang berobat ke Pertamedika IHC dapat meningkat kepuasannya dan mengurangi waktu tunggu. Manfaat lainnya, pasien akan mendapatkan nomor urut yang pasti dan mendapat informasi jika dokter berhalangan praktek atau berubah jam prakteknya melalui sms yang dikirimkan ke pasien.
Wiwiek mengatakan bahwa RS Pertamedika IHC akan terus mengembangkan berbagai aplikasi TI untuk memberikan kemudahan bagi pasien. Sehingga pasien dapat berobat lebih mudah, cepat, tepat dan tidak repot lagi.
“Pertamedika IHC sebagai lini terdepan layanan kesehatan PT Pertamina (Persero) akan terus melakukan improvement lewat berbagai inovasi dalam menyikapi perkembangan bisnis yang dinamis di era 4.0. Visi Pertamedika IHC yaitu Membangun Korporasi Kesehatan Indonesia Untuk Mewujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional,” kata Dedy Wijanarko, VP IT Pertamedika IHC. Untuk IT, telah dibuat roadmap untuk tahun 2019-2023 yang akan diimplementasikan secara bertahap tambahnya.
RS Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) di bidang jasa layanan kesehatan dan juga sebagai holding rumah sakit BUMN se-Indonesia.
Pertamedika saat ini memiliki 14 rumah sakit dan 29 poliklinik yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilengkapi dengan pelayanan kesehatan berbasis Managed Care yang dikelola oleh MPPK (Manajemen Pemeliharaan Pelayanan Kesehatan). Jaringan rujukan pasien MPPK bekerja sama dengan 120 RS yang tersebar di seluruh Indonesia.














