Digitalisasi di dunia bisnis dan industri sudah menjadi tren saat ini, tak terkecuali di industri pelabuhan. Operator-operator pelabuhan berlomba melakukan digitalisasi dan menciptakan business model baru dengan menerapkan teknologi smart port yaitu NBS (New Billing System) dan Terminal Operating System OPUS. Itulah yang dilakukan PT IPC Terminal Petikemas untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen
“Dulu saat masih manual, operator menulis di kertas dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum lagi mereka (operator) ada shifting (bergantian), saya harus memastikan agar data itu tidak hilang, dapat terbaca atau jangan sampai terkena kopi,” ungkap Finan Syaifullah, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal IPC Terminal Petikemas di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.
Untuk mengantisipasi masalah itu, pihaknya melakukan transformasi digital dengan mengimplementasikan sistem NBS dan OPUS. “Untuk mengatasi berbagai masalah, kami menghadirkan teknologi ke dalam operasi sistem terminal dengan mengimplementasikan Sistem NBS dan Opus Installation sebagai langkah digitalisasi untuk port digital transformasi,” jelas Finan.
NBS adalah aplikasi untuk memudahkan pelayanan ke konsumen sehingga tidak perlu membayar secara tunai dengan datang ke terminal. Dengan sistem ini, konsumen juga bisa melakukan booking (pemesanan) secara online kapan dan dimanapun konsumen berada.
“Sebelum adanya NBS, mereka (konsumen) datang ke terminal, transaksi di kasir dan bayar. Tapi sekarang jauh lebih mudah, bahkan booking pun bisa dilakukan secara online,” ujarnya.
Sedangkan OPUS adalah sistem perencanaan penataan barang baik di kapal maupun di lapangan. Dengan aplikasi tersebut, dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan seperti kesalahan penyusunan atau kesalahan pengiriman barang.
“Dulu saat masih memakai excel, masih menemukan kesalahan input, keteledoran penyusunan. Bahkan pernah kesalahan lokasi pelabuhan untuk pembongkaran kontainer dan itu memakan biaya yang lumayan besar. Tapi sekarang jauh lebih aman dan terkontrol,” ungkap Finan.
Atas berbagai inisiatif untuk memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen, IPC Terminal Petikemas mendapat penghargaan pelayanan publik sektor transportasi dari Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2018 lalu.
PT IPC Terminal Petikemas didirikan pada 10 Juli 2013. Perusahaan didirikan sebagai upaya dari pendiri sekaligus entitas induk, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (Indonesia Port Company, “IPC”) untuk memberikan pelayanan petikemas dengan sistem jaringan yang terintegrasi antar pelabuhan dan terkelola secara profesional. Perusahaan tersebut mengelola terminal petikemas di 5 (lima) pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Pajang, Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Teluk Bayur, dan Pelabuhan Jambi.
Penulis: Abdullah Suntani














