Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon mengikuti sesi Presentasi dan Wawancara TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019. Kepada dewan juri, Joy R Adriaansz, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon memaparkan tiga strategi Kota Ambon menjadi smart city yang sudah dilaksanakan sejak 2017.
Pertama, smart public service dengan menciptakan aplikasi bernama Ambon Access. Ini merupakan bentuk pelayanan informasi Pemkot Ambon kepada masyarakat atau bagi wisatawan yang berkunjung ke Ambon.
“Untuk seluruh masyarakat Kota Ambon maupun siapa saja yang datang berkunjung ke Ambon, cukup dengan menginstal aplikasi ini maka dia bisa terlayani di Kota Ambon.”
Strategi kedua, smart office service yang merupakan langkah untuk memudahkan layanan di internal Pemkot Ambon dengan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang ada di Kota Ambon.
“Khusus untuk layanan pemerintahanan, jadi internal pemerintah kota, seluruh layanan aplikasi di Kota Ambon kita satukan dalam layanan aplikasi yang namanya smart oficces service. Jadi semua data kepegawaian, data keuangan itu kita integrasikan.”
Ketiga, smart rules service. Aplikasi ini untuk mempermudah investor melakukan investasi di Kota Ambon. Dengan memuat Jaringan Data Informasi Hukum (JDIH), aplikasi ini dapat digunakan untuk mengakses dan mengkaji peraturan-peraturan daerah (Perda) yang dinilai menghambat investasi untuk kemudian direvisi sehingga mendukung investasi.
Penulis: Abdullah Suntani














