Jenesys 2.0 batch ke-8 yang terlaksana atas kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Jepang, bertema “Urban Engineering and City Planning” memberangkatkan sebanyak 96 mahasiswa dari 36 universitas di Indonesia.Para mahasiswa itu akan berkunjung ke Jepang mulai 22 hingga 29 April.
Jenesys 2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) adalah program kerjasama regional di Asean Committee and Science and Technology (ASEAN COST). Pada dasarnya program ini memfasilitasi pertukaran pemuda antara Jepang dan negara-negara ASEAN & Oceania. Program ini merupakan program kerjasama antara Ristek, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan JICE.
Sekretaris Kemristek, Hari Purwanto berharap program Jenesys 2.0 ini mampu meningkatkan kemampuan Iptek para pemuda. Menjalin persahabatan dan kenali budaya setempat. Melalui program ini dapat dipercepat pencapaian tujuan negara, serta memperjuangkan kepentingan negara dalam pergaulan internasional “Pemuda yang ikut dalam program ini merupakan mahasiswa aktif berusia 18 hingga 30 tahun, baik program S1 maupun S2. Diutamakan terkait dengan perencanaan kota,” terangnya.
Menurut Duta Besar Jepang, Yusuke Shindo, program ini lebih bersifat persahabatan antara pemuda Indonesia dan Jepang. Dimana nantinya para pemuda Indonesia dapat mempelajari kehidupan masyarakat Jepang penuh budaya. “Mereka dapat mempelajarinya banyak hal di Jepang dan yang terpenting program ini dapat memperkuat persahabatan antara pemuda Jepang dan Indonesia. Sekaligus memperkenalkan budaya Jepang,” kata Shindo.














