Ternak sapi sudah menjadi kultur masyarakat Situbondo, Jawa Timur. Setiap kepala keluarga di Situbondo memiliki 4-5 ekor sapi. Setiap tahunnya 80 ribu ekor kelahiran sapi terjadi di Situbondo.
“Modal sosial masyarakat sangat besar. Masyarakat bersemangat membangun kandang sapi dengan kapasitas seribu ekor dengan dana bukan dari APBD tapi dari swadaya warga dengan kecintaan pada sosok kyai,” kata Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto.
Dadang menjelaskan masih ada kendala pada penyediaan pakan. “Masyarakat belum memiliki pengetahuan memadai tentang Teknologi pakan,” kata dia.
Dalam situs LIPI disebutkan selain pakan ternak, masalah yang dialami masyarakat petani Situbondo adalah pupuk. Situbondo yang dikenal dengan Kota Santri ini, mempunyai mata pencaharian terbesar di sektor pertanian.
“Saat ini kuota pupuk subsidi sudah dikurangi sebesar 50%. Hal ini tentu menyulitkan para petani di daerah Situbondo,” kata dia.
Dia berharap LIPI dapat menularkan Teknologi yang menunjang peningkatan Peternakan, pertanian dan juga perikanan.
“Kami menginginkan masyarakat dapat memproduksi secara mandiri baik pakan ternak dan ikan, pupuk dan juga bibit tanaman,” kata dia.
Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menjelaskan Teknologi yang bisa menjadi solusi berbagai masalah tersebut.
“Pakan ternak, penyuburan ternak dan Teknologi tepat guna sudah ada di LIPI. Teknologi tersebut sudah diterapkan di masyarakat lokal dan dapat diaplikasikan dengan mudah,” kata Handoko.
Handoko menjelaskan sektor Peternakan dapat menjadi bisnis yang menjanjikan. “Untuk aspek bisnis harus dicarikan mitra yang mempunyai passion di daerah itu. Selain itu, bisa juga anak-anak muda lulusan pesantren atau SMK membuat perusahaan start up,” ujarnya.
Handoko menambahkan saat ini LIPI memfasilitasi start up dan tenant untuk mengembangkan produknya menjadi lebih baik dan juga melakukan produksi di fasilitas inkubator Teknologi di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI.
LIPI akan mendatangkan para pakar LIPI ke Situbondo untuk memeriksa kondisi yang bisa dimanfaatkan dan disesuaikan dengan Teknologi yang dimiliki.
“Jika Teknologi siap diterapkan di daerah, selanjutnya bisa dilakukan pembinaan terhadap start up lokal, petani dan peternak Situbondo,” katanya.














