Bersamaan dengan acara Buka Puasa Bersama PWNU Jatim, telah diluncurkan produk makanan dan minuman bermerek MyHalal.
Peluncuran ini dilakukan bersama-sama oleh H. Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), KH. Miftachul Achyar (Rois Syuriah PWNU Jatim), KH. Moh. Mutawakkil Alallah (Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim), Irnanda Laksanawan (Ketua Umum Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan), dan Nick Ieronimo (CEO MyHalal).
Dalam keterangan pers, dijelaskan bahwa peluncuran produk juga dihadiri oleh Manajemen MyHalal yakni Terry Paule dan Spiro Paule dari Australia, dan M. Lutfi Handayani. Acara ini, juga dihadiri oleh 400-an pengurus NU dari seluruh Jawa Timur, dan Hj. Yayuk Wahyunengseh (Ketua Pusat Koperasi An-Nisa’ Jawa Timur) sebagai salah satu mitra strategis MyHalal.
Mengapa Ada MyHalal?
Di kebanyakan negara yang berpenduduk mayoritas muslim, produk yang dipasarkan harus bersertifikat halal.
Pencantuman logo halal dalam kemasan produk, umumnya berukuran kecil dan tidak terlalu menonjol. Konsumen harus membuang waktu untuk mencari logo sertifikasi halal; atau membaca komposisi bahan, guna memastikan apakah produk tersebut halal.
MyHalal akan memudahkan proses tersebut. Semua produk merk MyHalal dijamin 100% Halal. Apabila konsumen melihat merek MyHalal, maka dapat dipastikan bahwa produk tersebut halal dan aman untuk dikonsumsi.
My Halal menawarkan produk yang kualitasnya lebih tinggi atau harganya lebih terjangkau, dibandingkan dengan produk yang biasa dibeli dan dikonsumsi.
MyHalal adalah kerjasama dari PT MYNU Indonesia dengan Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan.
100% Produk Asli Indonesia, Bermerek Internasional
MyHalal adalah nama merek/ brand Halal produk-produk makanan dan minuman yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang dapat kita percaya. MyHalal merupakan merek Halal pertama yang diakui di dunia.
Semua produk MyHalal, masih menurut keterangan pers itu, berasal dari Indonesia. Untuk tahap awal, akan dipasarkan di Jawa Timur, kemudian akan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia dan akan dipasarkan ke 54 negara di dunia.
Jadi, produk-produk Indonesia yang bermerek MyHalal, nantinya akan Go International dengan potensi pasar sebanyak 2 miliar penduduk muslim di dunia. Insya Allah, keberhasilan produk Indonesia untuk Go International, akan menjadi Good News dan kebanggaan bangsa Indonesia.
MyHalal bekerjasama dengan produsen-produsen di Indonesia, untuk dapat memberikan produk dengan kualitas terbaik dengan harga kompetitif. MyHalal juga akan bekerja dengan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengembangkan cara bisnis yang baru.
Ketua Umum Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan, Irnanda Laksanawan, sangat berperan dalam pendirian dan pengembangan MyHalal ini di Indonesia.
“Kami melihat ada kesempatan untuk bekerja dengan perusahaan kelas dunia untuk membawa manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia,” katanya.
“MyHalal menawarkan kepada konsumen, produk yang Made in Indonesia, kelas dunia, dan bermerek Islami,” tegasnya.
Irnanda selanjutnya, menambahkan bahwa ia berharap bahwa semua anggota Koperasi Mabadiku akan mendukung sepenuhnya kerjasama baru ini. “Saya akan mendorong semua anggota Koperasi Mabadiku, setidaknya untuk mencoba dan menkonsumsi produk yang MyHalal tawarkan,” ujarnya.
Dalam acara peluncuran tersebut, MyHalal telah memberikan komitmen bantuan dana CSR dengan memberikan dana santunan kepada 9 Panti Asuhan Yatim Piatu di Jawa TImur, senilai Rp. 22.000.000.
CEO MyHalal, Nick Ieronimo mengatakan, bahwa ini merupakan langkah awal keterlibatan MyHalal dalam membantu organisasi NU, atau organisasi muslim lainnya, maupun masyarakat muslim, dalam jangka panjang.
Hal unik dari model bisnis MyHalal adalah bahwa produk akan dijual melalui program Direct Selling. MyHalal akan merekrut banyak agen yang mengkoordinasi order atau untuk menjual produk-produk MyHalal ke masyarakat di lingkungannya, dan kemudian produk yang dipesan, akan dikirimkan langsung ke rumah konsumen.
Pusat Koperasi An-Nisa’ Jawa Timur, telah menandatangani Perjanjian Kerjasama untuk bekerja dengan MyHalal. Warga NU umumnya, dan anggota koperasi An-Nisa’ pada khususnya, akan menjadi agen pertama yang dapat menikmati kesempatan bergabung dengan MyHalal, yang Insya Allah akan segera Go Global, serta berkesempatan mendapat penghasilan tambahan untuk keluarga dan komunitas mereka.
Nick Ieronimo, menjelaskan bahwa program ini telah disiapkan selama 5 tahun. Indonesia terpilih sebagai negara pertama yang menjadi tempat peluncuran MyHalal karena kita bekerjasama dengan NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di dunia.
“Sebagai organisasi Islam yang juga terbesar di dunia, NU merupakan mitra kerjasama yang sangat strategis. Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan NU, dan membantu mereka untuk lebih memperluas kesempatan kegiatan amal mereka.”
MyHalal menekankan komitmen CSR mereka yang kuat, terutama untuk membantu pendidikan dan ekonomi warga NU dan komunitas muslim lainnya.
“Kesempatan untuk membantu NU melalui penyediaan kebutuhan dasar untuk masyarakat Indonesia yang kekurangan adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab yang kita anggap sangat serius,” kata Ieronimo.
Nick Ieronimo menyatakan bahwa produk siap untuk dijual mulai bulan Agustus 2014.
” Warga NU, dan anggota Koperasi An-Nisa’ dapat segera memulai kegiatan penjualan. Namun, kami akan sangat senang jika mendengar dari anggota-anggota NU lainnya, yang tertarik untuk menjadi salah satu agen MyHalal.”














