Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan, menekankan pada tiga aspek utama yakni, peraturan, perizinan dan inspeksi. Salah satu tujuan pengawasan seperti yang tercantum pada UU No.10 Tahun 1997, Pasal 15 ayat 3 yaitu mememilara tertib hukum dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir.
Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang yang diberikan oleh Badan Pengawas kepada pemegang izin. Sampai saat ini izin pemanfaatan tenaga nuklir di tanah air sudah mencapai 6.387 izin di bidang industri, 6.968 izin di bidang kesehatan dan 38 izin di bidang penelitian yang telah diterbitkan. Hal ini mencakup 3.146 instansi pemohon izin di seluruh Indonesia.
Fungsi pengawasan akan terus ditingkatkan karena Bapeten dibangun juga untuk melindungi keselamatan masyarakat Indonesia. Sebagian dari masyarakat masih belum mengenal fungsi lembaga dalam melakukan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Masyarakat sangat perlu mengetahui peran lembaga yang sesungguhnya agat publik dapat memahami, ada badan pengawas yang profesional dalam mengawasi segala bentuk pemanfaatan tenaga nuklir.
Demikian diungkapkan Kepala Bapeten Prof. Jazi Eko Istianto disela media gathering untuk bersilahturahmi dan menjalin komunikasi yang sehat antara Bapeten dengan Media di Hotel Mercure, Jakarta beberapa waktu lalu. Media gathering kali ini juga bertujuan untuk mengenalkan Kepala Bapeten yang baru menjabat selama enam bulan. Disamping itu dalam forum ini juga diperdalam mengenai peran Bapeten ini sehinggal nuklir di Indonesia bisa aman dan selamat. “Masyarakat jangan perlu takut dan resah terhadap adanya nuklir. Dengan adanya Bapeten masyarakat bisa tenang,”ujarnya.
Eko melanjutkan didunia sendiri kecelakaan nuklir yang terbesar sudah terjadi tiga kali. Kalau dilihat penyebabnya terjadi pada managementnya. “Di Three Mile Island, Amerika Serikat (1979), Bapetennya itu Independen tapi mereka kurang profesional, di Boiling water reactor (BWR) di Jerman mereka tidak ada Bapetennya sedangkan ledakan yang terjadi di Jepang mereka memilki Bapeten yang sangat kompeten hanya saja mereka tidak independen, “tutupnya.














