Jakarta, ItWorks- Memasuki era digital terdapat pergeseran kompetensi yang dibutuhkan bagi aparatur negara, terutama kemampuan digital, termasuk kompetensi kepemimpinan digital. Terutama kemampuan penguasaan teknologi, produk, dan pelayanan sistem digital.
“Perkembangan zaman yang cepat menuntut seorang aparatur negaratak hanya memiliki kompetensi manajerial, melainkan juga budaya digital dan kemampuan pemanfaatan dan penggunaan teknlogi digital untuk diimplementasikan dalam pekerjaan. Apalagi pada kondisi pandemi Covid-19, penggunaan teknologi dan fasilitas digital sangat diperlukan, karena sebagian besar pekerjaan dilakukan dengan remote system, yakni bekerja dari rumah atau work from home (WFH),” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi peserta program pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-29 T.A. 2020 secara virtual, yang dirilis Humas KemenPANRB, di Jakarta, baru-baru ini.
Sebelumnya, lanjut Menteri Tjahjo Kumolo, dari kebutuhkan kompetensi digital, belakangan bergeser menjadi kompetensi kepemimpinan digital. Kompetensi digital merupakan kompetensi terkait teknologi, produk, dan pelayanan digital. Sedangkan kompetensi kepemimpinan digital terkait dengan kompetensi terkait kepemimpinan atau manajerial dan budaya digital. “Jika tidak membiasakan diri dengan penggunaan teknologi dan meng-update diri terhadap perkembangan teknologi, tentu akan semakin tertinggal,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun ruang gerak dan pekerjaan menjadi terbatas secara fisik dikarenakan adanya pandemi Covid-19, ASN sebagai pelayan masyarakat semangat bekerja tidak boleh runtuh. Dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi solusi untuk bekerja dengan produktif sekalipun bekerja dari rumah. Pandemi bisa dilalui apabila terdapat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, TNI, Polri, tim medis, akademisi, pengusaha, dan media.
“Oleh karena itu, melalui digitalisasi birokrasi yang semakin mempercepat prosedur dan memudahkan komunikasi, mari kita membangun sinergi bersama, menyatukan langkah, upaya dan pemikiran untuk selalu dapat melakukan pekerjaan yang terbaik untuk bangsa dan negara, serta memberikan manfaat luas bagi tercapainya kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
Di hadapan para perwira tinggi, Menteri Tjahjo menyampaikan pengembangan kompetensi pada Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ini akan menjadi dasar pengembangan karier, menjadi salah satu dasar bagi pengangkatan jabatan, dan juga untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan. Hal tersebut menjadi salah satu wujud manajemen talenta yang dilakukan Polri, sehingga para peserta siap menjadi calon pemimpin masa depan. (AC)














