Dalam buku putihnya, berjudul “The Next Hyper-Connected Experience for All,” Samsung memperkirakan penyelesaian standar 6G selesai pada awal 2028.
Kemudian komersialisasi 6G dapat terjadi pada 2030, seiring dengan pengembangan teknologi yang dilakukannya untuk sistem komunikasi generasi selanjutnya tersebut.
“Sementara komersialisasi 5G masih dalam tahap awal, tidak pernah terlalu dini untuk mulai mempersiapkan 6G karena biasanya dibutuhkan sekitar 10 tahun dari awal penelitian hingga komersialisasi generasi baru teknologi komunikasi,” ujar Head of Advanced Communications Research Center, Samsung Research, Choi Sunghyun, dikutip dari hari Korsel, Yonhap, 15/7.
Sebagai informasi, Korea Selatan menjadi negara pertama di dunia yang mengkomersialkan jaringan 5G pada April 2019.
Samsung, produsen peralatan jaringan, mengatakan sedang berupaya untuk mengembangkan teknologi 6G dengan pengalaman dan pengetahuan yang diakumulasi dari penanganan beberapa jaringan komunikasi.
Pusat penelitian telah didirikan pada Mei 2019 untuk mempelajari sistem komunikasi generasi selanjutnya tersebut.
Manusia dan mesin akan menjadi pengguna utama 6G. Teknologi ini memiliki karakteristik penyediaan layanan canggih seperti extended reality (XR), hologram seluler berteknologi tinggi dan replika digital,” jelas Samsung.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memulai layanan 6G, yaitu performa kinerja, arsitektur dan keamanan.
6G akan memberikan kecepatan data 1.000 GB per detik dan lantensi kurang dari 100 mikrodetik, yang berarti 50 kali lipat kecepatan data dan sepersepuluh lantensi 5G.
Sejumlah masalah yang perlu ditangani untuk komersialisasi 6G antara lain, komputasi perangkat seluler yang terbatas, penerapan solusi kecerdasan buatan (AI), keamanan dan privasi.














