Builder.ai. bertekad jadi platform yang memberikan harapan kepada pemilik usaha kecil dalam upaya mempertahankan pelanggannya, serta bagi para pengusaha yang bertekad kuat dalam menciptakan ide bisnis baru yaitu para the new developers.
Builder.ai adalah platform pengembangan perangkat lunak berkekuatan AI, yang memberdayakan perusahaan, pelaku usaha kecil, dan pengusaha untuk membangun, menjalankan, dan meningkatkan perangkat lunak menggunakan fitur seperti lego, sebuah jaringan yang telah diverifikasi oleh developer disertai solusi software assembly line yang paling mutakhir, sehingga tidak lagi memerlukan keahlian teknis dan sebaris kode pun.
Dengan kantor pusat di London, didukung oleh kantor-kantor di New Delhi, Singapura, Los Angeles, Tokyo, dan Dubai.
Pengguna jasa Builder.ai mencakup semua kalangan, dari penjual roti di Riyadh hingga perusahaan global ternama seperti BBC, Virgin Unite, Pepsi, The US Air Force, Xander Group, dan Indian Army.
Pandemi COVID-19 telah mendorong lebih dari sepertiga pelaku bisnis untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital agar dapat beradaptasi dan selalu kompetitif.
Forrester memprediksi, 75% proses pembuatan aplikasi digital akan menggunakan platform low-code pada akhir 2021. Pasar platform low code secara global juga diprediksi akan menghasilkan pendapatan senilai US $187 miliar pada 2030.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan digitalisasi bisnis, berkurangnya ketergantungan pada profesional teknologi informasi, serta semakin ketatnya aturan pemerintah. Seluruh faktor tersebut telah berperan penting dalam pertumbuhan bisnis Builder.ai selama setahun terakhir.
Builder.ai tumbuh pesat di tahun 2020, dengan peningkatan pendapatan bulanan mencapai 230% sejak awal pandemi. Perusahaan juga memecahkan rekor penjualan produk Studio, yang tumbuh 21% setiap bulan sejak April 2020.
Dalam siaran pers, 19/02/2021, Sachin Dev Duggal, CEO dan Co-Founder Builder.ai menjelaskan, “Pelaku bisnis di industri seperti ritel, fesyen, pariwisata, dan perhotelan, terdampak pandemi cukup keras. Kami ingin bermitra dengan mereka yang mengadopsi pola pikir digital first untuk selalu kompetitif.”
“Melalui platform order to create, disertai dengan kemampuan menurunkan biaya dan mempercepat proses pembuatan perangkat lunak secara drastis, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis, baik besar maupun kecil, untuk bertahan dan mencapai pertumbuhan bisnis jangka panjang. Dengan mengingat hal ini, kami akan mengupayakan platform kami agar dapat mendorong penerapan teknologi digital pada pelaku usaha kecil,” tegas Sachin.
“Selama 12-24 bulan ke depan, kami akan banyak berinvestasi untuk mengembangkan kemampuan AI, membangun dan meluncurkan produk baru, memberdayakan pelaku bisnis agar berhasil, dan mengembangkan tim internalnya,” tutup Sachin.
Baca: Ini Manfaat Automasi untuk UKM yang Mengelola Bisnis Online














