VP and GM Google Workspace, Javier Soltero, dalam keterangan pers, Rabu, 8/10, mengumumkan mereka memiliki produk terintegrasi bernama Workspace, yang semula bernama G Suite.
Google Workspace, seperti produk pendahulunya, merupakan integrasi dari aplikasi produktivitas milik raksasa teknologi tersebut, yaitu Gmail, Calendar, Drive, Document, Spreadsheet, Meet, Slide dan sejumlah aplikasi lainnya.
“Semua yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan, kini di satu tempat. Google Workspace mencakup semua aplikasi produktivitas yang sudah Anda kenal dan sukai,” kata Javier Soltero.
Sama seperti G Suite, layanan ini bisa digunakan secara berbayar.
Google menjanjikan pembaruan di aplikasi-aplikasi yang terintegrasi di Workspace, yaitu berupa akses tamu di aplikasi Chat dan Drive untuk membantu akun bisnis menjangkau pelanggan mereka.
Sementara untuk Document, Spreadsheet dan Slide, Google menyediakan pratinjau berkas yang ditautkan tanpa membuka tab baru, agar pengguna tidak perlu keluar-masuk aplikasi.
Google juga berencana meluncurkan fitur Picture-in-Picture Meet di Document, Slide dan Spreadsheet agar pengguna bisa tetap melihat peserta lainnya ketika sedang presentasi.
Bersamaan dengan peluncuran kali ini, Google juga meluncurkan logo baru berupa empat warna untuk Gmail, Meet, Calendar, Drive, Slide, Spreadsheet dan Document, aplikasi yang ada di produk baru tersebut.














