Jakarta, Itech- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir mengatakan pemerintah akan melakukan mediasi atau regulasi supaya ada korelasi yang kuat antara peneliti (inventor) dengan dunia usaha (swasta) sehingga mereka memberikan dukungan dana untuk pengembangan riset di Indonesia.
“Dana riset Indonesia secara total baru 0,09 % dari GDP bisa meningkat sampai satu persen pada tahun 2019, harus tercapai target itu dan kami dorong terus supaya industri meningkatkan dana risetnya di Indonesia ” kata Menteri disela forum nasional: Inventor-Inovator-Investor 2015 dengan tema “Inovasi Indonesia, Dari Indonesia Untuk Dunia di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD Tangsel, Rabu (5/8). Forum nasional pertama yang mempertemukan inventor dan inovator Indonesia berkelas Dunia, dengan para investor/pebisnis untuk menjajaki peluang kerjasama bisnis inovatif yang berdaya saing.
Diakui Menteri, Tahun 2014, Kementerian Ristek memiliki 106 inovasi yang kami anggap peluang yang dapat dikembangkan namun kenyataannya industri tidak ada yang interest. Mengapa demikian? Banyak faktor pemicunya antara lain kemungkinan hasil penelitian itu dianggap sudah kadarluarsa, sehingga secara bisnis tidak favorible dan visible mengingat costnya terlalu tinggi akibatnya inovasi tidak bisa di jalankan. Karena itu, diperlukan kemudahan fasilitas dan dukungan perbankan sehingga investor bisa melakukan pemanfaatan terhadap inovasi yang dihasilkan anak bangsa tersebut.














