Pandemi Covid-19 menjadi faktor pendorong dalam mempercepat laju adopsi digital sekaligus menjadi penggerak penawaran konsumen. Tak ayal kedua hal tersebut dinilai telah membantu laju pengeluaran di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menunjukkan prospek positif di tahun 2021.
Berdasarkan proyeksi IDC, belanja TIK Asia Pasifik akan tumbuh lebih dari 4,9%, mencapai angka 924 miliar USD pada 2021 dan 1 triliun USD pada 2024.
Adopsi yang lebih cepat dalam sektor bisnis menuju digital yang dipercepat dengan peningkatakan dalam penawaran telah membantu terjadinya peningkatan belanja teknologi. Selain itu, rantai pasokan yang secara bertahap membaik di semua negara di kawasan ini juga memungkinkan adanya peningkatkan produksi dan pasokan ke pasar global.
“Lembaga pemerintah di kawasan ini telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk kembali menghidupkan ekonomi, secara tidak langsung akan memungkikan perusahaan dalam mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan penawaran produk dan adopsi digital,” ujar Mario Allen Clement, senior market analyst for IDC IT Spending Guides, Customer Insights & Analysis, seperti dilansir laman DigiTimes.
Dalam laporan ini disebutkan bahwa industri layanan dan consumer akan memperlihatkan kenaikan tertinggi pada tahun 2021, disebabkan Asia Pasifik merupakan salah satu tujuan wisata paling menguntungkan secara global, yang terkena dampak sangat besar pada tahun 2020. Sebagian besar dari PDB di banyak negara di kawasan ini berasal dari pariwisata, hospitality dan bisnis travel yang menunjukkan peningkatkan karena dicabutnya lockdown.
Selanjutnya industri konstruksi akan menjadi industri kedua yang kembali bangkit lebih cepat karena rantai pemasok secara bertahap membaik di wilayah Asia Pasifik. Proyek-proyek yang terhenti karena pandemi perlahan akan kembali beroperasi.
“Dengan angka Covid yang terus meningkat, ketersediaan vaksi membantu pemerintah dan masyarakatn untuk bersiap jauh dari sebelumnya. Indikator ekonomi di seluruh wilayah menunjukkan pemulihan di seluruh sektor, karena sebagian besar sektor telah mencapai tingkat produksi seperti sebelum sebelum (pandemi) Covid,” kata Ashutosh Bisht, senior research manager for IDC IT Spending Guides, Customer Insights & Analysis.
Adapun sektor perbankan dan telekomunikasi akan menjadi sektor yang memberikan kontribusi tertinggi (29%) dari keseluruhan belanja TK pada tahun 2021, tidak termasuk industri konsumer. Sektor perbankan diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,9% pada tahun 2021. Peningkatan interaksi pelanggan dan tenaga kerja menjadi fokus industri perbankan, yang telah menyaksikan kemajuan teknologi bagi banyak bank dalam operasional sehari-hari.
Sementara industri telekomunikasi diperkirakan tumbuh 6,6% pada 2021. Rantai pemasok akan menjadi faktor utama (pendorong) peningkatan kinerja industri telekomunikasi. (Fauzi)














