ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Integrasi Data Kunci Penting Industri Pabrik Masa Depan

Ahmad Churi
27 September 2021 | 16:14
rubrik: Expert, Indeks
Integrasi Data Kunci Penting Industri Pabrik Masa Depan
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks- Selalu ada tantangan baru dalam setiap tahapan era industri, termasuk revolusi industri keempat (Industri 4.0) yang sarat tuntutan penggunaan teknologi otomatisasi dan cyber dalam kegiatan industri dan manufaktur. Pada era ini, integrasi data akan memainkan peran peniting untuk perkembangan industri masa depan yang banyak menyentuh dunia virtual.

Demikian diungkapkan Alessandro Chimera, Direktur Strategi Digitalisasi, TIBCO dalam peperan pers tertulis yang dirilis, baru-baru ini. Dikatakan, sepanjang revolusi industri pertama, kedua, dan sebagian besar dari gelombang ketiga, area produksi pabrik memiliki banyak rangkaian tantangan di tempat kerja. Pun demikian, di mana kini seiring memasuki revolusi industri yang keempat dengan Artificial Intelligence (AI), kebutuhan akan kecerdasan berbasis data yang terhubung dan terintegrasi menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.


Sepanjang revolusi industri pertama (mekanisasi), kedua (produksi masal), dan sebagian besar gelombang ketiga (digital), area produksi pabrik telah menghadirkan sejumlah rangkaian tantangan di tempat kerja. Manajer pabrik umumnya memperhatikan tentang keselamatan, efisiensi produksi, logistic operasional, dan inovasi untuk perkembangan tempat kerja fisik.
Mereka juga harus memikirkan di mana menempatkan pendingin air, fasilitas teh dan kopi, dan cara membuat ruang yang cukup bagi karyawan untuk makan. Pabrik – pabrik menjalankan panduan yang cukup standar selama seabad terakhir atau lebih.

Jelas, banyak hal itu telah berubah. Kini mulai berpikir tentang era 4.0 di mana industri juga memasukkan pendekatan yang lebih berfokus pada data. Untuk membawa era baru manufaktur yang modern ke era on-line dengan sukses, perusahaan perlu menghubungkan data pada seluruh proses, peralatan, dan perangkat Industrial Internet of Things (IIoT) dengan cerdas.
“Teh dan kopi tetap dibutuhkan, tapi bisnis masa kini perlu untuk memikirkan tentang bagaimana menyatukan data untuk akses dan kendali yang lebih luas,” ujarnya.

Alessandro Chimera, Direktur Strategi Digitalisasi, TIBCO.


Penyatuan (unification) data ini diperlukan karena fasilitas manufaktur akan menciptakan berbagai sumber data yang berbeda secara alami selama bertahun-tahun. Namun dalam kondisi yang menghasilkan data yang berbeda-beda dan tak terhubung satu sama lainnya. Data ini tak bisa memberikan pemahaman ke dalam proses manufaktur dari hulu ke hilir. Begitu data ini disatukan dan dikelola, perusahaan dengan percaya diri akan mampu membuat prediksi masa depan untuk mengurangi biaya, memperbaiki operasional dan meningkatkan profitabilitas.

Sederet Pertanyaan dan Solusi

Lantas mekanis apa yang dibutuhkan di dalam pabrik modern yang mengutamakan digitalisasi? Apa yang seharusnya dipikirkan secara umum, mengingat adopsi platform digital di dunia manufaktur selama ini dirasakan cukup lambat? Akankah para pekerja pabrik masih diperlukan dengan kehadiran era robotik dan, jika dipikirkan, apakah pelaku industri masih perlu memakai pakaian kerja dan sepatu bot berujung baja?

BACA JUGA:  Katrol Produktivitas, Kemenperin Kejar Akselerasi Transformasi Industri 4.0

Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana merubah cara bekerja dalam pabrik. Pekerja pabrik dahulu, harus mengisi lembar operasional dengan informasi terkait jenis pekerjaan yang dikerjakan, kerusakan yang terdeteksi, pemeriksaan yang sudah selesai dilakukan, dan sebagainya.

Ciri khas pabrik di industri apapun mungkin memiliki ratusan lembar produksi seperti ini setiap harinya. Ada lembar yang diisi secara eletronik, tapi banyak pekerja yang masih harus menyerahkannya dalam bentuk kertas. Selain adanya keterlambatan yang disebabkan oleh penginputan data, bahkan lembar operasi yang diserahkan dalam bentuk elektronik pun masih menyebabkan keterlambatan.

Ini bukanlah mesin dengan kecerdasan/inteligensi yang terkoneksi secara real time, tapi ini seharusnya demikian dan bisa dilakukan. Ketika pabrik-pabrik manufatur mulai memiliki informasi yang terpadu tentang data operasional dari hulu ke hilir, maka hal ini pelaku industri mulai menciptakan keuntungan efisiensi sebenarnya untuk masa depan dan akan terus berkembang. Pada titik inilah pelaku indnustri tak lagi bisa mengintegrasi mesin ke proses hanya secara vertical, tapi harus juga mengintegrasikan pabrik secara horizontal ke seluruh jenis pekerjaan, seluruh peran kerja, dan seluruh alur kerja, agar pada akhirnya menciptakan pandangan atau pengetahuan terpadu data operational dari hulu ke hilir.

Keuntungan Integrasi Horizontal

Keuntungan integrasi horizontal di seluruh operasional pabrik terbagi menjadi tiga area inti:

1) Pada area produksi pabrik: Mesin-mesin yang selalu terhubung dan unit-unit produksi yang secara terus menerus mengkomunikasikan status kinerja mereka dan, bersama-sama, merespons secara mandiri kepada kebutuhan produksi yang dinamis. Tujuan akhirnya adalah area produksi yang cerdas akan mampu memproduksi dengan jumlah (lot size) yang lebih kecil dengan hemat biaya dan mengurangi kerugian akibat downtime dengan sistem pemeliharaan yang prediktif.

2) Seluruh fasilitas produksi: Jika perusahaan telah mendistribusikan fasilitas produksi, pendekatan Industri 4.0 mendorong integrasi horizontal di seluruh Manufacturing Execution Systems (MES) pada level pabrik. Dalam skenario ini, data fasilitas produksi (level inventori, keterlambatan tak terduga, dan sebagainya) didistribusikan ke seluruh perusahaan dan, jika memungkinkan, tugas-tugas produksi digeser secara otomatis di antara fasilitas agar bisa merespon lebih cepat dan lebih efisien kepada variable-variabel produksi.

3) Seluruh rantai pemasok (supply chain): Industri 4.0 mengusulkan transparansi data dan high level kolaborasi otomatis di seluruh pasokan hulu dan rantai logistik yang menentukan proses produksi itu sendiri, demikian juga dengan rantai pada hilir yang membawa produk akhir ke pasar. Pemasok dan penyedia layanan pihak ketiga harus dimasukkan secara horizontal ke dalam sistem produksi dan kendali logistik perusahaan.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Pasar Tablet Capai Angka Tertinggi

Kecepatan Bisnis Modern

Pabrik yang telah dimodernisasi perlu untuk meningkatkan diri dan beroperasi mengandalkan data terpadu untuk berbagai alasan, setidaknya karena kenyataan bahwa kecepatan bisnis itu sendiri sudah berubah.

Pelanggan akan keluar dari keranjang belanja on-line mereka tanpa menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik jika website tersebut gagal berfungsi. Sedangkan pelanggan yang sedang melewati toko-toko atau pusat perbelanjaan dapat langsung tertarik ke penawaran spesial di toko sepatu hanya dengan berjalan masuk ke dalam toko; pengalaman belanja on-line harus mampu meniru kecepatan eksekusi yang sama.

Ada juga perpindahan fisik-digital. Jika sebuah pusat perbelanjaan menawarkan konsumen mereka kemampuan untuk memindai kode QR atau mengunjungi tautan URL (URL link) untuk mendapatkan penawaran, maka promo harga tersebut harus dapat dieksekusi secara real time, bila tidak pelanggan akan pergi.

Pabrik modern dan pemahamannya akan rantai pasokan, manajemen peralatan, produksi barang, dan pengiriman harus berjalan sama lancarnya dengan ketika seseorang berjalan masuk ke toko sepatu.

Pelanggan melihat penawaran, mencari produk, mengkonfirmasi pembelian, melakukan transaksi, menerima produk dalam waktu tunggu yang umumnya dapat diantisipasi. Ini dunia nyata toko sepatu dan ini bisnis manufaktur real time dengan web front end.

Meniadakan Anomali

Bagian utama dari kemajuan menuju manufaktur berbasis data adalah mengidentifikasi, memahami, dan setelah itu menghilangkan anomali pabrik produksi yang tercipta secara real time. Ini artinya perusahaan atau pabrikan bisa menghindar dari skenario di mana perusahaan menjalankan produk (atau mungkin layanan) yang salah atau cacat melalui siklus produksi.

Dalam kasus manufaktur, anomali bisa berupa kejadian mesin mati atau rantai pasokan yang mengirimkan bahan mentah yang rusak atau tak sesuai standar. Sebuah anomali bisa juga berupa terjadinya miskonfigurasi pada mesin pabrik, atau mesin tak mampu menghasilkan produk akhir yang dijanjikan oleh brand perusahaan yang bersangkutan.

Operasi manufaktur mampu memahami kebutuhannya akan manajemen anomali dan mengumpulkan informasi terkait anomali ke dalam pendekatan data terpadu dengan menggunakan Real Time Performance Indicators. Indikator-indikator ini bisa berupa sensor atau bisa berupa praktek-praktek terkait penilaian kualitas, pengukuran tingkat kepuasan pelanggan atau pengukuran langsung tingkat inventori.

Sebagai contoh ilustrasi sebuah perusahaan manufaktur saklar listrik di Italia menggunakan data untuk mendapatkan keuntungan operational setelah menemukan anomali kinerja mesin. Ketika pisau di salah satu mesin produksinya tidak pas atau gagal bekerja, tim TI membuat sebuah model data untuk menganalisa sejumlah besar faktor-faktor dari area produksi pabrik.

Mereka menemukan bahwa pisau tidak pas jika suhu dalam ruang 2 derajat Celsius lebih rendah dari rata-rata suhu yang tercatat. Bisnis juga mampu untuk menggunakan model virtual dengan properti dan atribut yang cukup untuk menggambarkan bentuk, ukuran, suhu, arus udara, dan sebagainya di dalam area produksi pabrik. Tapi model ini hanya mampu mendapatkan pemahaman yang dibutuhkan dengan memastikan memiliki data berkualitas baik dan kemampuan untuk mendapatkan pandangan terkoneksi hulu ke hilir dari semua arus data yang ada.

BACA JUGA:  Lewat Startup4industry, Kemenperin Terus Dorong Peran Tech Startup

Operasional Jarak Jauh

Jalan yang terbentang di depan adalah fasilitas manufaktur berkemampuan digital di mana pengetahuan berbasis data digunakan untuk memaksimalkan Overall Equipment Efficiency (OEE). Ini menghasilkan tak hanya pabrik yang lebih produktif, lebih menguntungkan, dan sangat efisien, tapi juga sebuah fasilitas dengan tingkat sisa dan limbah berkurang, kebutuhan energi berkurang, waktu downtime lebih rendah, dan semua gabungan faktor lain untuk menciptakan pabrik yang lebih efisien dengan produk yang dapat ditelusuri jejak produksinya dari depan ke belakang, dari ujung ke ujung dan dari hulu ke hilir.

Untuk benar-benar mengadopsi konsep dan pendekatan yang ditawarkan di sini and untuk bergerak maju ke sistem operasi pabrik jarak jauh, kita harus memiliki pengetahuan terpadu akan data yang berkualitas tinggi. Estimasi menyarankan bahwa kita mampu mengurangi jumlah pekerja yang berada di pabrik sebesar 75% dan mengubah pekerjaan karyawan ini ke peran yang lebih bernilai, bahkan lebih memuaskan secara pribadi.

Salah satu manufaktur yang menunjukkan pendekatan yang berpikir ke depan seperti ini adalah Hemlock Semiconductor, produsen polisilikon terbesar di Amerika Serikat, yang menyediakan bahan vital bagi perusahaan di seluruh dunia. Bahan ini kemudian digunakan untuk memproduksi substrat silikon yang digunakan untuk elektronik dan panel surya berteknologi tinggi.

Dalam upaya menjawab gabungan tantangan biaya, kualitas, dan konservasi, Hemlock memerlukan strategi operasional yang bisa memperkuat profitabilitas jangka panjang dan posisi kompetitifnya dan memulai perjalanan multi-tahapnya untuk mentransformasi secara digital semua aspek dari proses manufaktur.

Dengan menghubungkan semua sistem, memiliki arus data terpadu, dan analisa optimal untuk mendapatkan pandangan secara real time dan 360 derajat dari semua operasi fasilitas dan manufaktur, Hemlock tak hanya mampu untuk mengendalikan biaya dan kualitas yang lebih baik dengan pendekatan terbasis data, tapi juga kini memiliki jarak pandang (visibility) yang lengkap ke dalam proses, menyoroti kesempatan baru dan potensi model bisnis baru yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan. Hemlock mampu mengambil keuntungan dari segmentasi pasar baru karena telah menciptakan pandangan berbasis data dari proses manufakturnya, memampukan mereka lebih mengoptimalkan penghasilan dengan menjual produk yang tepat ke pasar yang tepat dengan harga yang tepat. (AC)

Tags: Industri 4.0
Previous Post

Funsnap Rilis Capture π, Stabilizer Smartphone Terbarunya di Indonesia

Next Post

Atasi Dampak Pandemi, Lenovo Bagikan Sembako untuk Anak Usia Sekolah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Prime Thunderbolt 5 Cable 240W, Solusi Transfer Data Super Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Instinct 3 Hadir dengan Pilihan Warna Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Luncurkan Kartu microSD T7 dan T9 Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AQUA Elektronik Luncurkan Produk Inovasi Cold Chain untuk Dukung Ekosistem Smart Home

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto