Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di Indonesia, serta bekerja sama lintas tim untuk menghadirkan solusi berbasis AI yang memberikan dampak nyata dan menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Fokus utamanya adalah mendukung bisnis dan organisasi dari berbagai skala di Indonesia—mulai dari perusahaan digital native yang sedang berkembang pesat hingga perusahaan tradisional—memanfaatkan solusi AI Google Cloud yang terbuka dan terintegrasi, sehingga bisnis dan organisasi dapat bertransformasi menuju Era Agentik. Karim akan berada di bawah kepemimpinan Mark Micallef, Managing Director, Southeast Asia, Google Cloud.
Sebelum bergabung dengan Google Cloud, Karim menempati berbagai posisi kepemimpinan senior di sejumlah institusi keuangan dan teknologi terkemuka di Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Chief Information Officer di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Sebelumnya, Karim merupakan Presiden Direktur pertama PT Bank Jago Tbk, di mana ia menjadi salah satu tokoh kunci di balik pengembangan Bank Jago sebagai pelopor bank digital yang terintegrasi secara penuh dengan ekosistem digital.
Pada saat yang sama, ia juga menjabat sebagai CEO Dkatalis Digital Labs. Rekam jejak kepemimpinannya selama lebih dari 20 tahun juga mencakup peran sebagai Direktur Teknologi Informasi di Bank BTPN (kini Bank SMBCI Tbk) serta berbagai posisi kepemimpinan di bidang infrastruktur teknologi di Bank Danamon dan Bank Mega.
Mark Micallef, Managing Director, Southeast Asia, Google Cloud, mengatakan “Perusahaan-perusahaan di Indonesia, baik perusahaan besar maupun digital native, termasuk yang paling ambisius di kawasan dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai tantangan. Kini, banyak organisasi telah melampaui tahap eksperimen AI dan mulai berfokus pada penerapan yang mampu memberikan nilai bisnis nyata dalam skala besar. Rekam jejak Karim yang luar biasa dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan institusi digital di Indonesia menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin fase pertumbuhan berikutnya. Pemahamannya yang mendalam mengenai sistem digital terintegrasi, inklusi keuangan, dan kolaborasi lintas platform akan memperkuat posisi Google Cloud untuk terus menjadi mitra tepercaya bagi organisasi di Indonesia dalam memaksimalkan potensi Era Agentik.”
Karim Siregar, Country Director, Indonesia, Google Cloud, mengatakan “Setelah bertahun-tahun berkarya di sektor perbankan digital dan ekosistem teknologi Indonesia, saya meyakini bahwa nilai sebuah teknologi terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan kehidupan dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi penggunanya. Saat ini, organisasi di Indonesia—baik perusahaan digital native yang berkembang pesat maupun perusahaan-perusahaan tradisional—membutuhkan mitra tepercaya untuk membantu mereka mengintegrasikan AI yang aman ke dalam pengalaman sehari-hari pelanggan. Melalui inisiatif seperti Indonesia BerdAIa serta kehadiran dedicated local security operations data region kami di Jakarta, kami membantu tim teknis membangun dan mengembangkan solusi agentik yang sesuai dengan kebutuhan mereka di atas arsitektur yang terbuka, sekaligus memastikan data sensitif tetap berada di dalam wilayah Indonesia. Saya harap kolaborasi dengan pelanggan dan ekosistem lokal dapat terjalin semakin erat guna mempercepat terwujudnya masa depan digital yang aman, bertanggung jawab, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.”
Kepemimpinan Google Cloud di industri didukung oleh AI stack yang komprehensif, mencakup infrastruktur AI, model AI terdepan seperti Gemini, kapabilitas pengelolaan data, solusi keamanan multicloud, platform dan tools bagi developer, serta agen dan aplikasi AI. Seluruh kapabilitas ini membantu organisasi berinovasi dan memanfaatkan peluang yang dihadirkan Era Agentik. Gemini Enterprise menjadi fondasi bagi organisasi dalam mengembangkan kapabilitas AI agentik, membantu mereka mentransformasi operasional, meningkatkan produktivitas karyawan, dan membuka peluang baru untuk menciptakan nilai bisnis.
Sejumlah organisasi terkemuka dari berbagai sektor di Indonesia memanfaatkan Google Cloud untuk menjawab tantangan bisnis yang kompleks dan menghadirkan layanan terbaik bagi jutaan pelanggan mereka, di antaranya adalah anggota program Indonesia BerdAIa serta alumni program Google for Startups Accelerator, yang tersebar di berbagai sektor kunci seperti:
- Perbankan dan Jasa Keuangan: Bank Central Asia (BCA), BFI Finance, Bank Jago, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), CIMB Niaga, Dipo Star Finance, dan DANA Indonesia
- Ritel dan Industri Konsumen: Alfamart, Blibli, Bukalapak, Erajaya, Fore Coffee, InJourney Airports, Paragon Technology and Innovation (Wardah), dan Tiket.com
- Konglomerasi/Kelompok Usaha (Conglomerates): Astra International, Emtek Group, Kalbe Farma, dan Salim Group
- Telekomunikasi: Indosat Ooredoo Hutchison, Telkom Indonesia, XL Smart
- Startups: Aido Health, Analitica, Aruna, DayaTani, DoctorTool, Farmacare, Fineksi, Good Doctor, Halosis, Jejakin, Kata.ai, Logisly, Nexmedis, Noice, Pahamify, Pasarmikro, Peris.ai, Privy, Riliv, dan Sehati TeleCTG














