Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) Turro Wongkaren dalam jumpa virtual, 05/10/2021, memaparkan hasil riset dengan judul “Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021”
Responden riset ini adalah konsumen dan pelaku usaha yang sudah menggunakan layanan dan produk GoTo Financial sejak sebelum masa pandemi (sebelum Maret 2020). Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 7.355 orang, terdiri dari 5.639 konsumen dan 1.716 merchant UMKM GoTo Financial.
Mayoritas responden (95 persen) tersebar di 21 kota, yaitu Manado, Samarinda, Balikpapan, Pekanbaru, Makassar, Palembang, Lampung, Medan, Denpasar, Solo, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Malang, Bogor, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, Jakarta.
Pengumpulan data dilakukan secara daring di minggu kedua bulan Agustus 2021, dengan pendekatan simple random sampling (M.o.E 2 persen, C.I. 95 persen).
Hasil Riset
Hasil riset menunjukkan ekosistem teknologi digital terutama dalam layanan keuangan digital mampu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pun saat pandemi, pemanfaatan platform digital meningkat dengan pesat, termasuk layanan keuangan digital. Metode pembayaran elektronik bahkan menggantikan cash sebagai metode pembayaran utama.
Inklusi keuangan juga dapat memperluas akses masyarakat ke lembaga keuangan formal untuk berbagai kebutuhan seperti menabung, mendapatkan asuransi, kemudahan transaksi digital, hingga kredit untuk usaha maupun kebutuhan sehari-hari.
“Ini semua memperluas hal-hal yang berkaitan dengan keuangan formal. Sehingga, bukan hanya satu atau dua aspek saja yang dilihat, namun juga dari sisi masyarakat dan pengusaha yang terlibat melalui satu ekosistem (digital),” kata Turro Wongkaren.
Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K Walandouw mengatakan kini masyarakat utamanya pelaku UMKM cenderung lebih percaya dengan penggunaan produk digital dan ekosistem keuangan digital dalam menjalankan usahanya secara beriringan.
“Mayoritas pelaku UMKM kini lebih percaya dan optimis pada penggunaan layanan digital. Potensi usaha digital selalu didorong dan membuat mereka optimis pada potensi usaha online,” ujarnya.
Baca: GoTo DonasikanLebih dari 1.000 Konsentrator Oksigen Bagi Faskes














