Pemerintah Indonesia memberi perhatian penuh pada penyediaan akses internet yang andal dan terjangkau untuk mengikis kesenjangan digital masyarakat. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba memaparkan upaya untuk menjembatani kesenjangan digital, pihaknya berfokus pada peningkatan konektivitas, kapabilitas, dan kapasitas.
“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo berfokus pada penyediaan akses internet yang andal dan terjangkau, serta membekali pengetahuan yang diperlukan untuk kesiapan digital masyarakat,” papar Mira Tayyiba dalam Pertemuan ITU Digital World 2021 Ministerial Roundtable Digitalizing Daily Life: Government Services and Content Driving Digital Transformation yang berlangsung virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, 14/10/2021.
Dalam Roadmap Transformasi Digital Nasional 2021-202, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian atas ketersediaan akses internet, literasi digital dan kebijakan tentang tata kelola data.
“Program-program prioritas dalam roadmap tersebut menjadi landasan bagi transformasi digital yang dipercepat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia,” tegas Sekjen Mira Tayyiba.
Kementerian Kominfo juga memastikan ketersediaan akses internet yang terjangkau bagi seluruh warga. Sekjen Kementerian Kominfo memaparkan hal itu dilakukan dengan pembangunan base transceiver station (BTS) 4G di lebih dari 12.500 desa.
“Selain itu, kementerian kami juga membangun microwave link yang diwujudkan melalui penyediaan satu satelit multifungsi yang diberi nama SATRIA-I dengan kapasitas 150 Gbps yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2023,” tuturnya.
Sekjen Mira Tayyiba melanjutkan, Pemerintah Indonesia tidak hanya berupaya mengatasi kesenjangan digital, namun berupaya mengimbangi dengan kemampuan literasi digital masyarakat. Menurutnya, hal itu penting dilakukan untuk menghindari adanya paradoks digital.
“Kominfo berhati-hati dalam menghadapi paradoks digital selama pandemi. Di satu sisi teknologi digital menciptakan peluang besar bagi semua orang, termasuk sektor UMKM untuk terlibat dan mendapatkan manfaat dari berbagai kegiatan ekonomi. Di sisi lain, ketidakmampuan mengakses layanan digital yang disebabkan tidak tersedianya infrastruktur atau ketidakmampuan memanfaatkan teknologi digital tentu akan memperlebar kesenjangan digital,” jelasnya.
Oleh karena itu, dalam meningkatkan kesiapan digital masyarakat Indonesia, Kementerian Kominfo telah mencanangkan tiga program utama untuk membekali masyarakat Indonesia dengan literasi dan keterampilan digital yang diperlukan.
“Pertama, literasi digital dasar bagi 12,48 juta penduduk Indonesia pada tahun 2021. Kedua, pelatihan keterampilan digital menengah melalui pemberian beasiswa bagi 100.000 lulusan baru dan profesional setiap tahun. Ketiga, pelatihan tingkat lanjutan bagi para pembuat kebijakan Indonesia untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pembuatan kebijakan digital melalui kerjasama dengan universitas-universitas top global,” jelas Sekjen Kementerian Kominfo.
Semua upaya itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar setiap masyarakat Indonesia dapat memperoleh manfaat dari era teknologi digital.
Baca: ITU Digital World 2021: Teknologi Digital Jadi Tulang Punggung Pemulihan Pascapandemi














