Redaksi IT Works diundang untuk menghadiri SAP Regional – Food Security & Digital Supply Chain Roundtable pada 26 November 2021 untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana SAP dan pelanggannya mengambil tindakan kolektif untuk mendorong digitalisasi di seluruh rantai pasokan makanan.
Di acara ini, Verena Siow selaku President and Managing Director Southeast Asia, SAP, bersama para pemimpin bisnis dalam ekosistem nilai makanan termasuk F&B, pertanian, logistik, dan bisnis ritel, membagikan informasi tentang seperti apa rantai pasokan digital dengan visibilitas, ketahanan, dan pertumbuhan berkelanjutan
Acara berjudul ‘A Growing ASEAN, A Hungry Population: Membangun Rantai Pasokan Pangan yang Tangguh dan Berkelanjutan’, mempertemukan para pemimpin bisnis di seluruh ekosistem pangan kawasan yang mencakup pertanian, manufaktur, distribusi, logistik.
Baca: Begini Cara SAP Mendukung Praktis Bisnis yang Sustainable
Dalam kesempatan ini ikut bergabung Dole Asia Holdings, pemimpin dunia dan inovator dalam produksi dan pemasaran buah kemasan berkualitas tinggi dan makanan ringan sehat, dan Loc Troi Group, produsen dan pemasok produk dan layanan terkemuka di bidang pertanian dengan rantai nilai berkelanjutan dari penelitian, produksi dan penjualan produk benih, obat pelindung tanaman, produk bio-organik, beras dan kopi.
Menurut World Economic Forum, empat dari lima konsumen di ASEAN telah menyatakan bahwa mereka menghargai kelestarian lingkungan dan telah membuat perubahan gaya hidup yang ramah lingkungan. Munculnya “conscious consumerism (konsumerisme dengan kesadaran)” menjadi pertanda baik bagi bisnis karena mereka dapat memanfaatkan tren yang meledak ini untuk membantu konsumen mengurangi limbah makanan dan mengatasi masalah ini dalam rantai pasokan mereka.
Saat perusahaan ingin menerapkan teknologi terbaru yang memungkinkan mereka memanfaatkan data, analitik, dan IoT, industri makanan memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dan berinovasi lebih berkelanjutan, solusi tangguh SAP akan mengoptimalkan produksi, permintaan, dan pasokan makanan dan pada akhirnya meminimalkan biaya limbah.














