Jakarta, ItWorks- Meski masih diliputi pandemi Covid-19, aktivitas bisnis dan perdagangan di pasar modal tetap menggeliat. Bahkan mampu mencatatkan rekor-rekor baru, termasuk hadirnya produk baru yang kian meramaikan aktivitas di pasar modal, salah satunya crowdfunding.
Crowdfunding merupakan model baru penggalangan dana bersama atau upaya kolektif dari sejumlah individu secara online menggunakan sebuah platform atau media sosial crowdfunding, sebagai alat menjangkaunya. Crowdfunding juga bentuk dari crowdsourcing dan keuangan alternatif yang kian banyak dimanfaatkan orang untuk membantu para pengusaha maupun UKM pemula.
Selama 2021 pertumbuhan Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan layanan baru untuk mendukung pelaku UMKM dalam memperoleh pendanaan melalui Pasar Modal, mengalami tren peningkatan. “Hingga 30 Desember 2021, terdapat tujuh Penyelenggara (penyedia platform) yang memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah ini meningkat 75 % dibandingkan per 30 Desember 2020, yang hanya tercatat sebanyak empat Penyelenggara,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya mengenai kondisi sektor jasa keuangan di 2021, dilansir dalam rilis pers, belum lama ini.
Pada periode yang sama, jumlah penerbit/pelaku UMKM yang berhasil menghimpun dana melalui SCF juga meningkat 48,84% dari sebelumnya 129 perusahaan per 30 Desember 2020 menjadi 192 perusahaan. Dari sisi Pemodal SCF juga mengalami peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 319,56 % dari sebelumnya 22.341 pemodal per 30 Desember 2020 menjadi 93.733 pemodal. Total dana yang dihimpun juga meningkat sebesar 115,48 % dari Rp191,2 miliar menjadi Rp412 miliar.
Adapun Rekor baru antara lain dialami pada frekuensi transaksi harian dengan capaian tertinggi terjadi pada tanggal 9 Agustus 2021 yang mencapai 2,14 juta kali transaksi, volume transaksi harian tertinggi yang mencapai 50,98 miliar saham di 9 November 2021, dan kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp8.354 triliun di 13 Desember 2021.
“Di pasar modal, pertumbuhan di 2021 mencapai angka yang di luar perkiraan. Seperti indeks harga saham gabungan yang tumbuh 10,08 persen, jumlah investor yang melonjak sangat tinggi serta penghimpunan dana yang mencapai rekor tertinggi selama ini,” ungkap Wimboh Santoso,
Dari sisi supply, pada 2021 OJK telah menerbitkan 53 surat efektif bagi perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham dengan fund raised mencapai Rp61,66 triliun. Pertumbuhan IPO di Indonesia terjadi seiring keberadaan 43 calon perusahaan yang masih dalam proses penawaran umum (data per 31 Desember 2021).
Dari sisi demand, terjadi peningkatan jumlah investor Pasar Modal secara signifikan di sepanjang tahun 2021. Per 30 Desember 2021, jumlah investor sebanyak 7,49 juta atau meningkat sebesar 92,99 persen dibandingkan akhir tahun 2020 yang tercatat hanya sebesar 3,88 juta. Jumlah ini meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan akhir tahun 2017.
Berdasarkan data di KSEI lanjutnya, peningkatan jumlah investor ini didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai sekitar 59,98% dari total investor. (AC)














